Komentari

Berita Anggota Parlemen

DPR: Diplomasi Harus Agresif

sumber berita , 02 Jan 2013

DPR mengingatkan pemerintah agar menghadirkan gerakan diplomasi lebih agresif pada 2013 bagi kepentingan nasional.

"Kinerja perwakilan pemerintah di seluruh kawasan dunia, harus benar-benar lebih dimaksimalkan, demi mengeksiskan RI, membawa misi sekaligus mengawal kepentingan NKRI," kata anggota Komisi I DPR (bidang luar negeri, pertahanan, intelijen, sandi, komunikasi dan informatika) Fayakhun Andriadi, di Pekanbaru, Riau, akhir pekan lalu.

Ia mengatakan itu melalui jejaring komunikasi, terkait peran diplomasi Indonesia di tahun 2012 serta tantangan menuju 2013. Politisi muda Partai Golkar ini mengingatkan, berbagai tantangan di bidang ekonomi, moneter, ketenagakerjaan, perebutan pangsa pasar pariwisata, juga eskalasi konflik regional di beberapa kawasan, patut mendapat perhatian khusus serta serius.

"Karenanya, kita semakin membutuhkan kualifikasi diplomat yang handal, untuk menjalankan berbagai misi negara serta mengawal kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam percaturan global tersebut," katanya.

NKRI

Kandidat doktor ilmu politik Universitas Indonesia ini kemudian menunjuk situasi Papua yang sering dimanfaatkan beberapa jejaring komunitas di luar negeri, agar jangan dianggap remeh. "Begitu pula potensi konflik perbatasan dengan beberapa negara tetangga, baik di kawasan perairan, daratan maupun udara, harus segera dicarikan solusi beradab serta elegan, dengan tidak mengorbankan kepentingan NKRI," ujarnya.

Dua hal itu, menurut dia, tidak bisa dibiarkan berlarut, sehingga berpotensi menjadi 'bom waktu' di kemudian hari. Problem serius yang sudah mulai dapat diakhiri, ucap dia, ialah makin selektifnya kita dalam menentukan duta besar (bubes) RI.

"Tidak seperti sebelum-sebelumnya, yang diangkat jadi Dubes itu rata-rata purnawirawan atau pensiunan dari mana-mana. Ini tentu perlu lebih dimaksimalkan, karena tugas Dubes bukan memimpin kantor dengan pekerjaan-pekerjaan administratif yang rutin," katanya.

Fayakhun menunjuk gaya beberapa dubes negara sahabat dalam kiprahnya di Indonesia, yang begitu proaktif mendekati pimpinan organisasi non formal keagamaan, LSM, aktivis kampus maupun pergerakan-pergerakan rakyat lainnya. "Artinya, Dubes memang perlu lebih berkiat dalam menggali banyak informasi, sekaligus meyakinkan jejaring apa saja di luar negeri tentang NKRI," ujarnya.

Fayakhun berpendapat, fokus 2013 ialah membangun kinerja diplomasi RI yang semakin agresif, tidak hanya reaktif terhadap berbagai dinamika percaturan global, apalagi jika telah menyangkut kepentingan nasional atau keutuhan NKRI.

Diposting 02 Januari 2013.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar. Silahkan Login/Register dulu sebagai user konstituen.

Kamu mencari peraturan ?
148 ribu ++ peraturan
Temukan dalam 1 detik!

Dia dalam berita ini...

Fayakhun Andriadi

DPR-RI 2014
DKI Jakarta II