Komentari

Berita Anggota Parlemen

Malu-malu ditanya Pilgub Jabar, Dede Yusuf bilang 'Saya santai dulu'

Merdeka, 19 Mei 2017

Sejumlah lembaga survei memasukkan nama anggota DPR Fraksi Demokrat Dede Yusuf sebagai salah satu kandidat dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 yang elektabilitasnya cukup tinggi. Dia bersaing dengan nama-nama beken seperti Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar hingga Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Dede Yusuf sumringah menanggapi masuknya namanya dalam daftar kandidat terkuat calon Gubernur Jawa Barat. "Itu masih jauh, jadi jangan gara gara ada satu orang deklarasi terus semuanya, seolah-olah jadi ikut terlibat," kata Dede Yusuf seraya tersenyum di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (18/5).

Dia tidak mau terburu-buru menyatakan kesiapannya maju dalam ajang pemilihan menuju kursi Jabar 1. Butuh proses panjang bagi seorang kandidat untuk ditetapkan sebagai calon gubernur. Ada mekanisme politik yang harus dilalui.

"Kan ada proses serta mekanismenya. dan semua itu tiap tiap partai punya proses penyaringan calon, survei dan koalisi," kata Dede.

Mantan Wakil Gubernur Jabar ini menuturkan, Partai Demokrat masih konsen dengan Musyawarah Daerah (Musda) dulu. Dia masih malu-malu bicara peluangnya maju sebagai calon gubernur dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kalau kandidat banyak lah, yang mau juga banyak. Saya santai-santai saja dulu, karena masih ada tugas di sini (DPR). Jadi poinnya, bukan soal mau atau tidak maunya. tetapi bagaimana partai membangun koalisi satu dengan yang lain,," papar Dede.

Saat ditanyai nama-nama beken lain yang menjadi pesaingnya, Dede menjawab santai. "Ya mereka kan teman-teman saya, saya juga sudah lama kerja bareng dengan mereka," ucapnya.

Diposting 24 Mei 2017.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar. Silahkan Login/Register dulu sebagai user konstituen.

Kamu mencari peraturan ?
123 ribu ++ peraturan
Temukan dalam 1 detik!

Dia dalam berita ini...

Dede Yusuf Macan Effendi

DPR-RI 2014
Jawa Barat II