Komentari

Berita Anggota Parlemen

Selain Tolikara, Sengketa Pilkada Juga Terjadi Di Yapen Dan Intan Jaya

RMOL. Aksi penyerangan yang terjadi di Kantor Kemendagri, kemarin (Rabu, 11/10) merupakan bentuk kekecewaan kelompok pendukung pasangan calon yang kalah di Pilbup Tolikara.

Mereka tidak terima lantaran Mahkamah Konstitusi menolak gugatan yang diajukan. 

Kelompok yang mengatasnamakan Merah Putih Tolikara ini kemudian mengadu berkali-kali ke Kemendagri. Mereka meminta Mendagri Tjahjo Kumolo membatalkan putusan MK.

Menurut Tjahjo, permintaan itu tidak masuk akal dan tidak mungkin dipenuhi.

"Mereka minta saya membatalkan keputusan MK dan melantik calon yang kalah," kata dia, Rabu (11/10).

Politisi senior PDIP ini menjelaskan bahwa kasus serupa juga terjadi di daerah Papua lainnya, yaitu di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Yapen. 

Di dua kabupaten itu juga, pendukung yang kalah masih belum bisa menerima kekalahan.  

"Masih ada kasus sama di Kabupaten Intan Jaya dan Yapen. Saya kira ini pra kondisi Pilgub Papua tahun depan," jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Sumarsono menjelaskan bahwa putusan MK terkait hasil pilkada itu bersifat final dan mengikat. 

"Siapa pun tak bisa mengubah itu, termasuk Mendagri," tegasnya. 

Diposting 12 Oktober 2017.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar. Silahkan Login/Register dulu sebagai user konstituen.

Kamu mencari peraturan ?
123 ribu ++ peraturan
Temukan dalam 1 detik!

Mereka dalam berita ini...

Tjahyo Kumolo

DPR-RI 2014
Jawa Tengah I

Sumarsono

DPRD Provinsi Jawa Tengah 2014