Komentari

Berita Anggota Parlemen

Wacana Poros Ketiga Dinilai hanya Basa-basi

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menilai wacana pembentukan poros ketiga pada Pilpres 2019 tak akan terbentuk. Menurutnya, munculnya wacana poros ketiga merupakan bagian dari basa-basi politik.

"Poros ketiga tak akan ada, itu hanya bagian dari basa-basi politik yang hampir dipastikan tidak ada," ujar Romy di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Romi menjelaskan poros ketiga hanya basa-basi karena akan mungkin terjadi bila Gerindra dan PKS benar-benar membuat poros sendiri. Adapun partai yang belum menentukan sikap ialah Partai Demokrat, PKB, dan PAN.

Alasan lain, menurut Romy, sinyal arah koalisi yang diberikan Partai Demokrat dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat memperkecil peluang terbentuknya poros ketiga. Dengan diundangnya Presiden Joko Widodo dalam rapimnas itu, Romy menilai 90% Partai Demokrat akan bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi.

"Sinyal yang telah terbentuk oleh Demokrat dengan mengundang Pak Jokowi di rapimnas kemarin, itu sudah sangat 90% katakanlah mendukung Pak Jokowi," jelasnya.

Wakil Sekjen PDIP Eriko Sotarduga menilai wajar munculnya sejumlah skenario poros dalam Pilpres 2019. Menurutnya, baik itu dua poros maupun tiga poros ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.

"Begini, masing-masing ada kelebihan dan kelemah-an," kata Eriko di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Ia menilai koalisi dua poros akan menghemat waktu ataupun biaya politik pelaksanaan pilpres. Namun, dampak politiknya lebih panjang seperti pada pilgub DKI Jakarta. "Tapi ada efek negatif, yaitu terpecah dua. Meminjam istilah di DKI, move on lama," ujarnya.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha mengatakan terbentuknya poros ketiga di Pilpres 2019 masih memungkinkan meski sulit terjadi. Menurutnya, poros ketiga bisa terbentuk tergantung dinamika politik yang masih sangat cair saat ini.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf membantah anggapan PKS bahwa Demokrat akan bermain tiga kaki di Pilpres 2019. Ia mengatakan, hingga kemarin, Demokrat masih menjajaki komunikasi dengan seluruh parpol sebagai konsekuensi syarat pengajuan capres di UU Pemilu.

Diposting 14 Maret 2018.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar. Silahkan Login/Register dulu sebagai user konstituen.

Kamu mencari peraturan ?
148 ribu ++ peraturan
Temukan dalam 1 detik!

Mereka dalam berita ini...

M. Romahurmuziy

DPR-RI 2014
Jawa Tengah VII

Eriko Sotarduga B.P.S.

DPR-RI 2014
DKI Jakarta II

Nurhayati Ali Assegaf

DPR-RI 2014
Jawa Timur V