Komentari

Berita Anggota Parlemen

Melawan Kotak Kosong tidak Demokratis

sumber berita , 29-06-2018

KETUA MPR Zulkifli Hasan menyebut kemenangan kotak kosong pada Pilkada 2018 menjadi pelajaran penting dan langkah tepat untuk menelaah kembali UU Pilkada.

Meskipun demikian, ia menyarankan semua pihak menerima dengan lapang dada hasil pilkada tersebut. "Ya, itu pelajaran penting. Semua itu tergantung pada UU juga. Dalam UU, kalau menang, ya tetap menang. Namun, itu pelajaran penting. Jangan sampai terjadi lagi," ujarnya.

Ia mengatakan sejak awal partainya tidak setuju dengan adanya calon tunggal melawan kotak kosong. Menurutnya, calon tunggal sangat tidak demokratis karena para calon kepala daerah mengandalkan materi (uang) untuk memborong semua partai guna mengamankan posisi mereka dan mengganjal calon lainnya.

"Kan demokrasi ada kompetisi. Kalau lawan kotak kosong gimana? Yang punya uang borong partai. Namun, UU kan begitu. Ya sudah. Nanti kita pelajari lagi."

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menilai lawan kotak kosong sebagai sebuah fakta di dalam pilkada. Ada yang menang ataupun yang kalah. Begitu pun dengan kotak kosong yang diadu dengan pasangan calon tunggal.

"Tentunya ini merupakan sesuatu yang harus kita hargai bersama sehingga kita betul-betul mendapatkan hasil yang demokratis dan tentunya melalui koridor-koridor yang demokratis," ujarnya.

Agus mengusulkan perlu dipikirkan kembali mengenai adanya kotak kosong ini sehingga sistem pemilu di Indonesia ke depan lebih baik lagi. Menurutnya, kemenangan kotak kosong ini tidak memberikan manfaat bagi negara sebab dengan menangnya kotak kosong, pemilihan ulang terpaksa dilakukan dan berdampak pada keuangan negara.

"Jadinya ini membebani keuangan kepada negara. Ke depan perlu dipikirkan bagaimana masalah kotak kosong ini. Ini juga merupakan pemikiran bersama sehingga memberikan kefaedahan bagi negara dan bangsa ini. Kita harus memikirkan sistem apa yang harus tepat dilaksanakan barangkali dengan hal-hal lain, tetapi tetap memenuhi asas demokrasi.''

Kejadian aneh

Selain kotak kosong, ada peristiwa aneh di pemilihan Bupati-Wakil Bupati Indragiri Hilir dan Pilgub Riau di tempat pemungutan suara (TPS) 002, Desa Sungai Piyai, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir.

Peristiwa aneh itu ditemukan adanya kekosongan kotak suara tanpa ada surat suara dan perlengkapan lain sewaktu dibuka oleh petugas KPPS, TPS 02, Desa Sungai Piyai, Kecamatan Kuala Indragiri.

Setelah kotak suara berulang kali diperiksa, KPPS setempat pun melaporkan hal tersebut kepada PPK Kecamatan Kuala Indragiri. Pihak PPK Kuala Indragiri pun segera menuju TPS untuk memastikan.

"Namun, anehnya saat PPK membuka segel dan memeriksa kembali, kotak suara tersebut utuh dengan berisikan surat suara dan perlengkapan pemungutan suara lainnya," tutur Bupati Kabupaten Indragiri Hilir Muhammad Wardan. 

Diposting 29-06-2018.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Kamu mencari peraturan ?
148 ribu ++ peraturan
Temukan dalam 1 detik!

Mereka dalam berita ini...

Zulkifli Hasan

DPR-RI 2014
Lampung I

Agus Hermanto

DPR-RI 2014
Jawa Tengah I