Komentari

Berita Anggota Parlemen

Fahri Hamzah Sebut Ustaz Abdul Somad Muncul Akibat Sisa Pertarungan Pilpres 2014 dan Pilkada DKI

Warta Kota, 10-08-2018

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah diundang di acara ILC TV One, Selasa (7/8/20180 malam lalu.

Fahri Hamzah sempat mengungkapkan gelombang Ustaz Abdul Somad merupakan residu dari gelombang pertarungan 2014 dan pertarungan Pilkada DKI. 

"Maka mendaulatnya menurut saya mesti merespon dengan sikap sebaliknya pasti di kotak sebelah UAS pasti akan memilih lawannya dan akan jadi sengit karena tidak ada niat mengakhirinya," tutur Fahri.

Fahri juga mengingatkan pada pertarungan Pilkada DKI 2017, dengan kehadiran Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memecah gelombang pertarungan sengit antara kedua kubu waktu itu (Ahok-Djarot, Anies-Sandiaga_red). 

"Meski tidak menang AHY punya jasa memecah gelombang itu sehingga tidak terjadi benturan keras," ujar Fahri. 

Menurut Fahri untuk mengurangi besarnya gelombang perpecahan dirinya menggagas politik segitiga karena ini merupakan residu (sisa) dari pertarungan empat tahun lalu. 

"Saya sempat ditolak di Manado gara-gara pilkada DKI Jakarta yang padahal nggak ada hubungannya, gubernurnya sahabat saya. Itulah efek dari benturan pertarungan sengit," imbuh Fahri Hamzah. 

Apakah yang dikatakan Fahri ini benar?

Tokoh Pemersatu 

Bakal calon Presiden Joko Widodo telah memilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Ma'ruf Amin sebagai pasangannya dalam Pilpres 2019, pada Kamis (9/8/2018).

Alasan Jokowi memilih Ma'ruf Amin dianggap sebagai tokoh agama yang bijaksana.

"Saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi sebagai calon wakil presiden adalah Profesor Kiai Haji Ma'ruf Amin," ujar Jokowi.

Sebelumnya, nama Ma'ruf Amin keluar dari Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul kadir Karding, yang hadir dalam pertemuan para pimpinan partai politik koalisi Joko Widodo (Jokowi) berkumpul di Plataran Resto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018) petang.

Melalui cuitannya di Twitter, Karding menuliskan Ma'ruf Amin sebagai Calon Wapres Jokowi dalam rapat antara Jokowi dan petinggi parpol-parpol koalisi.

"Rapat antara pak @Jokowi dan ketum2, sekjen partai pendukung memutuskan Prof Dr Kh Ma'ruf amin sebagai calon wapres pak Jokowi," demikian tulis Karding di akunnya di twitter @Kadir_Karding.

Cuitan Karding itu disertakan dengan foto situasi rapat para Ketua Umum parpol koalisi dan Jokowi.

Sebelumnya menguat informasi Mantan ketua MK, Mahfud MD akan menjadi Cawapres Jokowi.

Namun cuitan Sekjen PKB ini menjadi kejutan bagi publik yang membanya.

Seperti diketahui, Sejumlah Sekjen dan Ketua Umum partai pendukung Jokowi berkumpul di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis (9/8/2018) sore.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW), Hery Haryanto Azumi sebelumnya sudah memprediksi siapa yang layak menjadi Cawapres Jokowi di Pilpres mendatang.

Menurut Hery, pilihan cawapres dari kelompok Islam merupakan perpaduan sangat ideal bagi konsep pembangunan Indonesia di masa mendatang.

Hal itu mengingat Indonesia memang terdiri dari dua kelompok besar, yakni kelompok nasionalis dan Islamis. Keduanya, menurut Hery, harus bersatu padu dalam membangun bangsa.

“Sejauh ini kombinasi kelompok nasionalis dan Islam dapat meredam potensi konflik sosial, karena keduanya merupakan kekuatan terbesar di republik ini. Sejarah juga mencatat Indonesia didirikan oleh para founding fathers yang terdiri dari kelompok nasionalis dan Islam,” ungkap Hery Haryanto Azumi, Kamis (9/8/2018).

Saat ditanya siapa cawapres yang layak mendampingi Jokowi dari kelompok Islam, Hery menjawab bahwa sebaiknya cawapres tersebut diambil dari kelompok ulama yang mewakili semua umat.

Salah satu nama yang paling masyhur saat ini adalah ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) bernama Prof. Dr. (HC). KH Ma'ruf Amin.

“Nama Kiai Ma’ruf saya pikir perlu dipertimbangkan secara serius dan matang. Beliau ini selain ulama, juga seorang teknokrat. Beliau ini ahli ekonomi Islam. Pandangan-pandangan beliau soal ekonomi kerakyatan juga sangat luar biasa. Kiai Ma’ruf menurut saya adalah ulama plus,” tutur Hery.

Menurut Hery, Kiai Maruf telah mempromosikan pendekatan baru dalam bidang pembangunan ekonomi Indonesia, yaitu apa yang disebut sebagai "Arus Baru Ekonomi Indonesia".

"Kiai Ma'ruf punya pendekan baru dalam bidang ekonomi, yakni Arus Baru Ekonomi Indonesia. Pendekatan ini menyelamatkan Indonesia dari konflik yang tidak perlu antara pengusaha, pemerintah dan rakyat. Ini adalah pendekatan yang sangat genuine," jelas Hery.

Lebih dari itu, Kiai Maruf selalu mengkritik model "trickle down effect" yang ternyata tidak terbukti.

"Cara terbaik untuk menghindari kesenjangan ekonomi adalah melalui pelibatan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan ekonomi yang mampu mengangkat posisi ekonomi mereka," katanya.

Dengan kata lain, pengusaha besar dilibatkan secara langsung dalam proses ini.

"Dari pendekatan risk management, ini adalah solusi dari yang luar biasa. Karena pada ujungnya, kesenjangan dapat dihindarkan dan integrasi ekonomi nasional dapat tercapai. Ekonomi nasional adalah ekonomi kekeluargaan semua warga bangsa," terang Hery yang selama ini sering mendampingi Kiai Ma'ruf.

Apalagi KH Ma'ruf Amin selain sebagai sosok yang dituakan dan mampu mengayomi semua kelompok, juga tidak punya ambisi untuk maju sebagai capres di 2024.

"Kiai Ma'ruf sebagai sosok yang dituakan akan mampu mengayomi segenap kelompok, baik Islam maupun non Islam. Terlebih lagi, beliau tidak memiliki ambisi untuk maju sebagai capres di 2024. Ini lebih mungkin diterima oleh semua partai," jelas Hery.

Meski begitu, menurut Hery, posisi Kiai Maruf sebagai Rais Aam PBNU dan Ketua MUI tidak boleh dipermainkan. Hery berpandangan bahwa Kiai Ma'ruf adalah jimat NU dan umat Islam seluruhnya.

"Kiai Ma'ruf itu jimat NU dan umat Islam seluruhnya. Diharapkan beliau akan terus menjembatani perbedaan antara kelompok-kelompok Islam yang menghendaki pemerintahan yang lebih "Islamis" dengan kelompok-kelompok yang menginginkan pemerintahan yang lebih sekular," jelasnya.

Sebagai contoh, Kiai Ma'ruf pernah menyelamatkan bangsa ini dari perpecahan pasca Pilkada DKI 2017 lalu, yang juga mengancam persatuan nasional.

"Pasca Pilkada DKI lalu, Kiai Ma'ruf mampu menyelamatkan bangsa ini dari perpecahan. Beliau menyerukan kepada segenap elemen bangsa untuk mengadakan dialog nasional, guna mencegah terjadinya konflik dalam skala nasional dan mengantisipasi agar tidak terjadi konflik di masa mendatang. Artinya beliau ini ulama perekat umat," paparnya.

Dengan kata lain, menurut Hery, Kiai Ma'ruf tidak hanya merupakan tokoh yang menjadi titik temu semua golongan, namun juga problem solver atas berbagai ketegangan.

"Beliau itu adalah tokoh yang menjadi titik temu semua golongan. Beliau juga tokoh yang selalu memberikan solusi atas berbagai ketegangan," selorohnya.

Diposting 10-08-2018.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Kamu mencari peraturan ?
157 ribu ++ peraturan
Temukan dalam 1 detik!

Mereka dalam berita ini...

Abdul Kadir Karding

DPR-RI 2014
Jawa Tengah VI

Fahri Hamzah

DPR-RI 2014
Nusa Tenggara Barat