Komentari

Berita Anggota Parlemen

Bermodal, Wajah Baru Tantang 4 Petahana di Dapil II Sulsel

PERTARUNGAN merebut enam kursi daerah pemilihan (dapil) II Sulsel Pemilihan Legislatif (Pileg) tak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Selama ini pertarungan Kota Makassar hanya fokus ke dapil I Sulsel. Sehingga, pertarungan dapil yang terletak timur kota Makassar tak menjadi perhatian utama.

Selain empat petahana, para pendatang baru siap untuk merebut kursi yang meliputi Kecamatan Pannakukang, Manggala, Tamalanrea, dan Biringkanaya di Pileg 2019.

Dua petahana, Jafar Sodding dan Erna Amin tak ikut lagi dalam pertarungan Pileg 2019. 

Pada Pileg 2014 lalu, empat pendatang baru berhasil menumbangkan petahana hingga hanya menyisakan dua petahana yakni Jafar Sodding (PKS) dan Alexander Palinggi (Hanura). Kali ini, puluhan wajah baru dan “bermodal” akan ikut bertarung merebut 6 kursi.

Pada Pileg 2014 lalu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)  meraih 7.812 suara. Sehingga, PKB tak mampu mendudukkan kader di parlemen level provinsi.

Partai besutan organisasi masyarakat (ormas) Nahdlatul Ulama (NU) ini menurunkan enam petarung dengan berbagai wajah baru.

Calon Legislator (Caleg) yang cukup populer yakni Bonita Latief Usman. Ia adalah sekretaris Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Makassar.

Dengan kata lain, Bonita adalah tangan kanan dari Indira Jusuf Ismail, ketua PKK Kota Makassar. Sedangkan, peraih terbesar Pileg lalu, Husbah Phada tak ikut lagi bertarung meskipun dia meraih 3.379 suara.

Partai Gerindra tak lagi menurunkan petahana, Erna Amin. Peraih suara 10.229 ini tak masuk lagi sebagai Caleg untuk Pileg 2019 mendatang.

Beberapa wajah lama yang ikut bertarung yakni Adam Muhammad. Ia punya modal jaringan 4.057 suara pada Pileg 2014 lalu.

Selain itu, ada nama bekas kader PKB, Abu Djaropi. Ia pernah maju dalam level DPR RI pada Pileg 2014, ia mampu meraih 13.061 suara di dapil Sulsel II.

Suara terbesar Abu Djaropi di Pileg 2014, ada di Kabupaten Wajo sebanyak 2.994 dan Bulukumba 2.656 suara.

Gerindra punya pekerjaan besar tanpa Erna Amin. Pileg 2014 lalu, Gerindra mampu meraih kursi kedua, apakah Abu Djaropi dan Adam akan mempertahankan kursi Gerindra. 

PDIP menurunkan semua nama baru di dapil ini. Nama-nama yang bertarung yakni putra dari mantan Ketua PDIP sekaligus gubernur Sulsel HZB Palaguna, Mawang Batara Soli dan Wakil Sekretaris Internal PDIP Sulsel, Risfayanti Muin.

Periode lalu, PDIP meraih suara 17.439. Penyumbang suara adalah Emmy Rante (3.966) dan Iin Aldrianty (3.401). Sayang, mereka tak ikut lagi bertarung.

Partai Golkar masih menurunkan petahana Imran Tenri Tata. Ia meraih suara 11.297 pada Pileg 2014. Kali ini putra dari mantan gubernur Sulsel, Amin Syam ini akan mendapatkan penantang baru di level provinsi.

Mereka yakni mantan sekretaris KNPI Sulsel sekaligus wakil sekretaris Golkar, Nasruddin Upel; adik dari legislator DPR RI Hamka B Kady, Lukman B Kady; legislator DPRD Kota Makassar Rahman Pina.

Upel dan Lukman baru bertarung di dapil II Sulsel. Lukman punya jaringan suara kakaknya Pileg lalu di Makassar sebesar 7.542 suara.

Rahman Pina sudah punya modal suara bertarung di Pannakukang-Manggala 3.478 suara.

Partai Nasdem nampaknya juga tak main-main di dapil ini. Pileg lalu, Nasdem belum mendudukkan kadernya setelah kalah selisih 117 suara dari PAN di kursi terakhir. 

Nasdem meraih 19.658 sedangkan PAN meraih 19.775 suara.

Partai besutan Rusdi Masse ini menurunkan mantan wakil ketua DPRD Makassar, Indira Mulysari Paramastuti.

Setelah gagal jadi wakil wali kota Makassar, ibu tiga anak ini naik level ke kursi DPRD Sulsel. 

Indira punya modal jaringan dari sisa-sisa tim pemenangan di Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Makassar lalu. 

Ia akan ikut bertarung dengan Hastuti Mulang, Bortolomeus Tandiayu, dan Reski Mulfiati Lutfi. Reski adalah putri dari mantan Kadis Pertanian Sulsel, Lutfi Halide.

Sehingga, Reski akan maju bertarung bersama kakaknya di dapil I Sulsel, Riska Lutfi.

Nasdem pun tak menurunkan wajah lama. Padahal, wajah lama yang berhasil meraup suara signifikan di Pileg 2014 lalu, Besse Marda (4.871) tak masuk daftar caleg sementara (DCS). 

Partai Berkarya menurunkan bekas calon wali kota Makassar, Erwin Kallo. Pilwali 2013 lalu, Erwin meraih 5.489 suara saat berpasangan dengan mantan Dekan FH UMI, Hasbi Ali.

PKS menurunkan Ketua Ketua BPKK PKS Sulsel, Susy Smita Pattisahusiwa, legislator PKS DPRD Makassar Haslinda Wahab dan mantan caleg Nasdem Burhanuddin Odja.

Haslinda pada Pileg 2014 lalu mendapatkan 2.859 suara. Sedangkan, Burhanuddin 4.755 suara. Tanpa Jafar Sodding, apakah PKS mampu kembali duduk. 

PPP kembali menurunkan Muhammad Ashar dan Maipa Anwar. Pileg lalu Ashar menyumbangkan suara 1.494 sedangkan Maipa sebesar 1.362 dari 11.441 suara sah PPP.

Kali ini, PPP punya Yasin AR sebagai penantang baru. Yasin banyak terkenal melalui balihonya di jalan protokol Kota Makassar.

Ia sempat mencoba untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota Makassar Juni 2018 lalu. Namun, usahanya kandas kala PPP mengusung Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi.

PAN kembali menurunkan petahana, Yusran Paris untuk maju di dapil II Makassar.

Pada Pileg 2014 lalu, ia mengumpulkan suara pribadi sebanyak 7.851.

Tak ada wajah lama menemani Yusran di dapil ini. Beberapa nama yang ikut bertarung yakni Darwis Duddu, Sundari Rahman dan Ratna Rauf.

Pileg lalu, ada Nurkanita yang menyumbang suara sebanyak 5.671. Tapi, kali ini dia pindah ke dapil I Sulsel menggantikan ayahnya, Ashabul Kahfi.

Sehingga, Yusran akan bekerja keras untuk mendapatkan kursi kembali tanpa petarung lain di dapil II Sulsel. 

Hanura masih merunkan petahana, Alex Palinggi. Tokoh masyarakat Toraja ini mendapatkan suara sebesar 7.996 pada Pileg 2014.

Namun kali ini, Om Alex, sapaan akrabnya, akan bertarung dengan wajah baru.

Peraih suara kedua, Irwan Intje sudah pindah ke PKB di dapil I Sulsel.

Sedangkan, empat calon legislator lain pada Pileg 2014 lalu tak maju lagi.

Hanura meraih suara 25.406 pada Pileg 2014 lalu.

Partai Demokrat juga banyak menurunkan petarung untuk merebut kursi.

Petahana, Haidar Madjid masih menjadi andalan di nomor urut 1. Pileg 2014 lalu, mantan wakil ketua DPRD Kota Makassar ini meraih 13.457 suara.

Ia akan bertarung bersama Yusa Rasyid Ali, Sri Pudji, Amirul Yamin dan Andi Rani Defiana.

Yusa adalah kelurga dari deklarator Partai Demokrat Sulsel, Reza Ali. Sri Pudji adalah putri mantan pamon senior Kota Makassar, Chaerul Andi Tau.

Amirul atau Iyul adalah pengurus HIPMI Sulsel. Selain itu, Iyul adalah putra sulung dari bekas wali kota Makassar 2 periode, Ilham Arief Sirajuddin dan legislator DPR RI Aliyah Mustika.

Itulah punya modal jaringan orang tuanya di dapil II Sulsel. 

Defi selama ini dekat dengan keluarga Yasin Limpo. Apalagi, Ichsan Yasin Limpo berjanji akan membantu tim pemenangan Pilgub Sulsel yang maju. 

Defi punya kans untuk mendapatkan jaringan IYL di dapil II Sulsel. 

Periode lalu, Partai Demokrat menjadi pemenang di dapil ini dengan 38.765 suara.  

Ketua Partai Perindo Sulsel, Sanusi ikut bertarung. Selain itu, ada juga nama Sekretaris PBB Sulsel Purnama Asadih ikut bertarung.

Peringkat kursi di dapil II Sulsel 2014 yakni Demokrat, Gerindra, Golkar, PKS, Hanura, dan PAN.

Diposting 08-11-2018.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Kamu mencari peraturan ?
157 ribu ++ peraturan
Temukan dalam 1 detik!

Dia dalam berita ini...

Alexander Palinggi

DPRD Provinsi Sulawesi Selatan 2014