Komentari

Berita Anggota Parlemen

Kembangkan Pariwisata, Sukabumi BIsa Contoh Banyuwangi

sumber berita , 06-12-2018

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi X DPR RI ke Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, SY Anas Thahir meminta Sukabumi dalam mengembangkan pariwisata bisa mencontoh Kabupaten Banyuwangi. Dalam setahun, Banyuwangi menggelar 77 kali even baik regional, nasional maupun internasional. Ada Tour de Ijen, kuliner, festival busana dan ini bagian penting dari promosi pariwisata daerah.

“Ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar serius menggalakkan pariwisata,” tutur Anas usai menggelar pertemuan dengan Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono dan jajaran, di Sukabumi, Rabu (5/12/2018). Dalam kunjungan ini, Komisi X DPR RI focus pada pengembangan pariwisata Sukabumi termasuk Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

Lebih lanjut legislator dapil Jawa Timur III termasuk Banyuwangi ini menyebutkan, dalam lima tahun terakhir, setelah infrastruktur diperbaiki, pembukaan akses bandara yang kini sehari ada tujuh kali penerbangan ke Jakarta, berhasil meningkatkan 500 persen kunjungan wisatawan ke kabupaten paling timur Pulau Jawa tersebut.

”Sukabumi bisa mencontoh Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata. Akses, infrastruktur, promosi dan destinasi. Destinasi sehebat apapun tidak berhasil jika tidak didukung ketiga hal tersebut,” ujar legislator PPP itu.

Kepada Tim Komisi X DPR RI, Wakil Bupati Sukabumi Adjo menjelaskan, Sukabumi memiliki potensi alam yang cukup kaya, mempunyai gunung, rimba, laut, pantai dan seni budaya. Potensi itulah yang digali dan dikembangkan dan salah satu destinasi wisata baru terpopuler adalah Geopark Ciletuh Palabuhanratu atau taman bumi di Jawa Barat. Geopark yang belum lama ini ditetapkan UNESCO menjadi geopark dunia.

Namun menurut Anas, ada kendala yang perlu mendapat perhatian pemerintah pusat yaitu aksesibilitas, akses jalan menuju destinasi cukup jauh, meski sudah ada jalan tol, infrastruktur sangat terbatas. Bagi wisatawan asing, perjalanan darat lebih dari 3-4 jam jadi pertimbangan sendiri. Namun ada harapan baik, ruas jalan ke lokasi destinasi akan dibangun jalan tol lanjutan sehingga pariwisata Sukabumi akan menjadi Kawasan wisata menarik, sukses dan diminati banyak wisatawan.

Ditambahkan Anas, dimana-mana destinasi tidak bisa berdiri sendiri, sehebat apapun destinasinya kalau infrastruktur lemah, wisatawan enggan datang. Datang ke lokasi wisata perlu daya dukung, makan sudah ada restoran, mau tidur sudah ada hotel, mau jalan darat bagus, dengan dukungan infrastruktur memadai, maka baru pariwisata akan berjalan dengan baik. “Saya yakin dalam waktu 5-10 tahun, wajah pariwisata Sukabumi akan semakin baik,” ujarnya optimis.

Untuk itu, ia akan mendorong bekerja sama dengan Komisi lain supaya percepatan pembangunan infrastruktur itu bisa dilakukan. Selain itu, anggaran yang terbatas dari Pemda perlu dorongan dari pusat. Apalagi Kepala Daerah Sukabumi sudah menyebutkan pembangunan bandar udara sudah direncanakan dan itu bagian dari akses yang harus dikembangkan.Tidak ada pariwisata di dunia ini sehebat apapun yang berhasil jika tidak didukung oleh akses baik, infrastruktur dan promosi.

Di sisi lain, untuk menunjang perkembangan pariwisata, peran sumber daya manusia (SDM) menjadi sangat penting. Di samping memiliki SDM memadai untuk mengelola pariwisata, sadar wisata masyarakat harus diciptakan. “Kalau sadar wisata sudah terbentuk dan SDM diciptakan melalui pendidikan pariwisata yang unggul, ke depan akan mudah mengembangkan pariwisata Sukabumi ini,” tutup Anas. 

Diposting 06-12-2018.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Kamu mencari peraturan ?
157 ribu ++ peraturan
Temukan dalam 1 detik!

Dia dalam berita ini...

Sy. Anas Thahir

DPR-RI 2014
Jawa Timur III