Komentari
Berita Anggota Parlemen

Fadli Zon Nilai Investigasi Tempo Bermutu Rendah, Pemred : Masyarakat Kita Terlanjur Terbelah

Fadli Zon mengkritik artikel Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019

Menurut Fadli Zon, laporan yang ditulis Majalah Tempo tidak investigatif

Fadli Zon juga mnegatakan artikel pada Majalah Tempo menyajikan framing yang salah

Dalam laporan Majalah Tempo, mantan anggota Tim Mawar Fauka Noor Farid diduga terkait dnegan kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta

Dalam transkrip percakapan yang diperoleh Tempo dari pihak Kepolisian, Fauka Noor Farid menyebutkan bagus jika terjadi kekacauan, apalagi hingga menimbulkan korban.

Dugaan tersebut juga diperkuat dua sumber di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut sumber tersebut, kata Tempo, Fauka Noor Farid ikut merancang demonstrasi di Bawaslu tersebut.

Rapat terkait perencanaan aksi disebutkan dilakukan di kantor BPN, Jakarta Selatan.

Dalam laporan tersebut, Fauka Noor Farid membantah sedang berada di sekitar Gedung Bawaslu saat kerusuhan.

Fauka Noor Farid juga membantah dirinya menginginkan korban dari peristiwa tersebut.

Fadli Zon mengaku telah membaca tulisan di Majalah Tempo

"saya baca sepintas dari laporan tersebut, saya pikir laporan itu dangkal bukan laporan investigatif, untuk sebuah media dengan begitu panjang track recordnya saya kira ini sebuah framing yang salah karena tidak melalui proses investigasi yang profesional dan buyes," kaata Fadli Zon dikutip dari Kabar Petang, TV One pada Selasa (11/6/2019).

Fadli Zon juga menyayangkan penyebut Tim Mawar dalam tulisan Majalah Tempo

Menurut Fadli Zon, sejak lama Tim Mawar acap kali dikaitkan dengan hal negatif

" apalagi dengan penyebutan Tim Mawar yang saya kira dari dulu konsisten dalam soal itu framingnya selalu berisi muatan negatif pada pak Prabowo maupun kawan-kawan, saya kira investagasi itu bermutu rendah sebagai tulisan jurnalistik," kata Fadli Zon

Fadli Zon berujar, semestinya Majalah Tempo lebih menyoroti soal jumlah korban pada kerusuhan 21-22 Mei di sekitar Bawaslu, Jakarta

"seharusnya yang dilakukan adalah ada satu temuan, desakaan apalagi banyak korban, mereka itu mau disebut apa ? ada yang meninggal lebih 8 orang, keluarganya juga mengadu, ada yang ditangkapi, ada yang belum ditemukan, menurut saya ini angle yang menarik untuk diangkat sebagai sebuah tulisan jurnalistik," kaata Fadli Zon soal artikel Majalah Tempo

Fadli Zon berkata bahwa pemberitaan yang diterbitkan Majalah Tempo menunjukkan posisi politik pada media tersebut

"tetapi ini rupanya sibuk dengan framing politik yang buyes yang memang sejak awal menunjukann posisi politik dari media tersebut," ujar Fadli Zon

Fadli Zon tetap berkukuh bahwa sejumlah Purnawirawan yang dikaitkan dengan aksi makar dan kerusuhan 22 Mei terbukti bersalah

"dan menurut saya, sulit untuk mengambil satu upaya untuk menyudutkan apalagi orang tertentu di masa lalu karena zaman yang sudah berubah, " kata Fadli Zon

Menurut Fadli Zon bila memang berniat menemukan dalang kerusuhan 22 Mei, mestinya pemerintah membentuk tim pencari fakta

"kalau mau mencari dalang kerusuhan maka bentuk tim pencari fakta yang independen terdiri dari semua unsur yang berkepentingan termasuk tokoh masyarakat. sehingga kita menemukan yang dalang dalam hal itu," kata Fadli Zon

Fadli Zon mengatakan para purnawiranawan yang dituduh terlibat menjadi korban framing

"semua itu framing yah, purnawirawan itu mempunyai jejak sejarah yang jelas di masa lalu, pak Soenarko Kivlan Zen tidak mungkin melakukan makar, tapi kalau ada sejumlah tokoh masyarakat melakukan protes terhadap sebuah Pemilu yang dianggap curang di negara demokratis seharusnya biasa saja," kata Fadli Zon

"Makar itu kan terjemahan dari anslah harus dengan kekuatan senjata, sekarang saja soal senjata informasinya sangat sumir bahwa yang dituduhkan pada bapak Soenarko saja sudah dibantah," tutup Fadli Zon

Pemerd Majalah Tempo Arif Zulkifli menjelaskan butuh pengetahuan dasar bagi seseorang untuk menilai karya jurnalistik

"Saya kira butuh pengetahuan dasar tentang jurnalisme sebelum seseorang melakukan penilaian terhadap karya jurnalistik," kata Arif Zulkifli

Arif Zulkifli menjelaskan ada prasyarat khusus yang mesti dilakukan media bila mau menjalankan projek investigasi

"saya tidak ingin membela diri, tapi saya mau mengatakan ada sebauh prasyarat dasar yang dijalankan media ketika mereka menjalan sebuah projek jurnalisme investigasi,

pertama ada skandal yang ditemukan ada peristiwa itu jelas sekali dalam tulisan kita,

lalu ada sumber yang tidak disembunyika, betul media diperbolehkan mengutip sumber anonim, tapi dalam liputan terkahir kami menghindari seminimal adanya sumber anonim, jadi sumber itu bisa diverifikasi dia bukan hantu, dia bisa ditemui," jelas Arif Zulkifli

"bahwa kemudian ada penjelasan dari sumber yang tidak sesuai dengan pendapat dari oirang yang dituduhikan itu soal lain," tambah Arif Zulkifli

Soal pendapat Fadli Zon, Arif Zulkifli berpendapat saat ini masyarakat Indonesia sudah terlanjut terbelah

Sehingga ketika ada sebuah kerusuhan yang melibatkan kelompok tertentu akan dianggak bohong

"masyarakat kita terlanjur terbelah sehingga ketika ada sebuah liputan tentang kerusuhan itu akan dianggap yang fake palsu sampai memeriksa kontennya, yang diharap adalah sisi lain seperti kekerasan oleh aparat terhadap sejumlah korban dalam huru-hara 22 mei kemana korban 8 orang yang meninggal itu penting," kata Arif Zulkifli.(*)

Diposting 12-06-2019.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Mereka dalam berita ini...

Fadli Zon

Anggota DPR-RI 2014
Jawa Barat V

Fadli Zon

Caleg DPR-RI 2019
Jawa Barat 5