Berita Anggota Parlemen

PDIP Gelar Rakernas, Rumuskan Agenda Strategis Jelang Kongres V

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rekernas) guna membahas Kongres V yang akan dilakukan di Bali, 8 Agustus mendatang. Hal itu guna membahas pemilihan calon ketua umum PDIP.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan hajatan yang dilakukan di DPP ini digelar tertutup. Tidak terbuka untuk media.‎ Alasannya, member ruang untuk melakukan kontemplasi sehingga gagasan jernih untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia bisa mengalir. Termasuk juga membahas agenda internal.

“Maka Rakernas Bersifat Tertutup. Sama halnya ketika Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas III di Bali mengambil keputusan untuk mencalonkan kembali Pak Jokowi, maka Rakernas IV kali ini pun dilaksanakan secara tertutup,” ujar Hasto kepada wartawan, Rabu (19/6).

“Terlebih ketika PDIP memerlukan suasana khusus, memerlukan kejernihan alam pikir guna merumuskan agenda strategis internal partai ke depan,” tambahnya.

Menurut Hasto, Rakernas IV juga merumuskan seluruh tanggung jawab partai di dalam mewujudkan harapan rakyat yeng telah memercayakan PDIP dan pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin dengan memenangkan Pilpres yang belum lama berlangsung.

“Kami tidak menanggapi kemenangan dengan euforia. Kami bersyukur, dipercaya kembali oleh rakyat. Kami bertanggung jawab menggunakan besarnya dukungan rakyat ini untuk membangun masa depan bangsa secara bersama-sama dengan cara gotong royong dengan seluruh komponen bangsa,” katanya.

Lebih lanjut Hasto mengatakan, ‎dalam politik semua kader diajarkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, untuk lebih memilih membangun organisasi ketimbang popularitas orang per orang. Sehingga PDIP terus mengedepankan budaya kolektif, berjuang untuk kepentingan bersama.

“Partai menjalankan tugas strategisnya khususnya di dalam rekrutmen, pendidikan politik, dan kaderisasi kepemimpinan. Namun Partai juga terus belajar agar semakin mampu mengelola jalannya pemerintahan negara. Sebab kekuasaan politik itu berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” tuturnya.

Hasto menuturkan, dalam Rakernas IV yang diselenggarakan di DPP PDIP ini secara khusus sebagai untuk memersiapkan konsolidasi partai dalam rangka pelaksanaan Kongres V yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2019 di Bali.

Sebelumnya, ‎Sekretaris Badan Pendidikan dan Latihan DPP PDIP, Eva Kusuma mengatakan kongres itu dipercepat karena ingin adanya percepatan regenerasi jabatan ketua umum.

Menurut Eva, PDIP lewat ketua umumnya Megawati telah menyiapkan penganti dirinya. Ataupun kata Eva, bisa saja kongres itu menetapkan kembali Megawati Soekarnoputri menjadi ketua umum PDIP.

“Saya yakin ketum sedang menyiapkan regenerasi PDIP dengan cermat, baik ketum tetap beliau ataupun penggantinya yang ditunjuk. Karena setiap kongres, oleh partai apapun, agendanya nyari ketum baru,” katanya.

Anggota Komisi XI DPR ini mengatakan kongres itu sangat diperlukan dalam internal PDIP. Karena perlu adanya regenerasi kepengurusan struktur organiasai dalam partai.

‎Sekadar informasi, ‎Kongres PDIP salah satu agenda pentingnya membahas pergantian ketua umum partai. Pada Kongres IV PDIP 2015 silam, Megawati Soekarnoputri kembali terpilih menjadi ketua umum partai bernuansa merah itu.

Adapun masa jabatan Megawati Soekarnoputri akan habis pada tahun 2020. Jabatan yang diembannya itu menjadikan sebagai ketua umum partai terlama sejak 1999 sampai dengan saat ini.

Beberapa waktu lalu, dalam setiap pidatonya Megawati Soekarnoputri memberikan sinyal tidak ingin menjabat lagi sebagai ketua umum PDIP. Megawati mengatakan regenerasi di tubuh PDIP sangatlah penting.

Diposting 20-06-2019.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

Eva Kusuma Sundari

Caleg DPR-RI 2019-2024
Jawa Timur 6