Komentari
Berita Anggota Parlemen

Jalur Sutra Modern Menghubungkan Masyarakat Global

Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto menyambut baik proyek Jalur Sutra Modern yang dijalankan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui program Belt and Road Initiative (BRI). Menurutnya, BRI dapat mendukung pembangunan serta meningkatkan konektivitas antar masyarakat yang dilalui jalur tersebut. Proyek ini mampu menghubungkan masyarakat global.

Demikian mengemuka dalam kunjungan Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) Republik Rakyat Tiongkok Ji Bingxuan beserta delegasi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (21/06/2019). Turut hadir Wakil Ketua Komisi I Asril Hamzah Tanjung, Anggota Komisi I Andreas Hugo Pareira, Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar dan Deputi Persidangan Damayanti.

“Kami selaku pimpinan, menyambut baik Belt and Road Initiative. Konsep ini hadir untuk saling menguatkan dan mensejahterakan masyarakat global," paparnya. Politisi dari F-PDI Perjuangan ini mengatakan hubungan diplomatik kedua negara telah berlangsung lama dan saling menguntungkan. Ia juga mendorong hubungan antarparlemen kedua negara perlu ditingkatkan lagi.

Sebagai bentuk dukungan konkrit terhadap proyek tersebut, Utut mendorong dibentuknya task force atau gugus tugas. Gugus tugas yang akan dibentuk dari tim ahli ekonomi, perdagangan, dan infrastruktur ini akan mempelajari secara seksama Jalur Sutra Modern sehingga nantinya bisa memberikan masukan kepada pemerintah. “Jalur Sutra Modern akan kita wujudkan untuk kemajuan kedua bangsa,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ji  Bingxuan yang juga merangkap sebagai Ketua China Association for International Understanding (CAFIU) menyampaikan Indonesia-RRT mempunyai ikatan sejarah peradaban yang panjang. Jalur sutra telah menjadi sarana dan memainkan peranan penting dalam proses akulturasi masyarakat di kawasan yang dilalui rute tersebut. Menurutnya, tak sedikit produk pertanian bahkan peradaban RRT yang juga hasil akulturasi, sekaligus menandai masuknya peradaban Islam.

Ia mengibaratkan jalur sutra kuno merupakan pintu yang sudah terbuka, tinggal bagaimana kembali membangun aktivitas perdagangan di jalur tersebut. Karena itu, lanjutnya, RRT optimis hadirnya Jalur Sutra Modern dapat menjadi sarana penghubung politik dan ekonomi antarnegara yang mendukung Belt and Road Initiative, sehingga dapat menikmati pembangunan dan pertumbuhan ekonomi bersama.

“BRI bukan hanya untuk Tiongkok, tetapi melalui pembangunan BRI bisa menyambungkan seluruh negara sehingga kita dapat saling belajar dan membangun bersama. Tujuannya membangun dunia lebih damai dan harmonis,” jelasnya sembari menambahkan setidaknya ada 160 negara yang telah mendukung pembangunan jalur sutra modern.

Untuk diketahui, BRI atau sebelumnya dikenal dengan One Belt, One Road (OBOR) merupakan strategi Pemerintah Tiongkok untuk menghidupkan kembali rute perdagangan kuno atau jalur sutra. Dengan memperkuat infrastruktur pendukung perdagangan di negara-negara yang dilalui, program ini mampu membangun sistem perdagangan internasional yang terkoneksi. 

Diposting 24-06-2019.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Mereka dalam berita ini...

Utut Adianto

Anggota DPR-RI 2014
Jawa Tengah VII

Asril Hamzah Tanjung

Anggota DPR-RI 2014
DKI Jakarta I

Andreas Hugo Pareira

Anggota DPR-RI 2014
Nusa Tenggara Timur I