MALINDA BERBISNIS DENGAN MARSEKAL TNI

sumber berita , 08-04-2011

Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Marsekal Madya TNI Rio Mendung Thalieb merupakan salah satu pemegang saham PT Sarwahita Group Management, yang didirikan Inong Malinda.

Eks Senior Relationship Manager Citibank, tersangka kasus penggelapan dana nasabah senilai Rp 20 miliar, ini dikenal punya relasi luas dan menangani para nasabah kakap dengan rekening di atas Rp 500 juta.

Di perusahaan itu, Rio juga tercatat sebagai komisaris utama."Bergabung sejak Oktober 2010," kata Direktur Utama Sarwahita, Andrea Peresthu, di Jakarta kemarin. "Pak Rio juga sebagai pemegang saham." Namun ia mengaku tak mengetahui berapa porsi saham yang dimiliki perwira bintang tiga itu.

Semula, kata Andrea, Rio ditawari posisi sebagai penasihat perusahaan di Sarwahita. Tapi, karena memiliki jaringan yang luas, perwira tinggi Angkatan Udara ini didaulat sebagai komisaris. Hingga tadi malam, Rio tak bisa dihubungi. Penerima telepon di rumahnya mengatakan Rio tak ada di tempat.

Penyidik kepolisian menduga, Sarwahita merupakan tempat penampungan dana hasil penggelapan yang dilakukan Malinda.

Juru bicara Kepolisian RI, Anton Bachrul Alam, menyatakan bahwa penyidik masih menelusuri keterlibatan perusahaan ini.

Salah satu komisarisnya, Rieta Amalia, sudah diperiksa sebagai saksi.

Kasus penggelapan oleh Malinda terbongkar berkat laporan seorang nasabah ke pimpinan Citibank, pertengahan Januari lalu. Kepada petinggi Citibank, nasabah itu mencak-mencak lantaran simpanan Citigold-nya telah dijebol. Nilainya miliaran rupiah. Setelah ditelusuri, ia merupakan nasabah Malinda saat menjadi relationship manager di Citibank cabang Landmark, Jakarta Selatan.

Sarwahita didirikan Malinda pada 2008 bersama empat rekannya. Semua modal awal dikucurkan Malinda. Bahkan temantemannya juga dipinjami dana sebagai modal kepemilikan saham. Pinjaman ini nantinya akan diganti dari hasil keuntungan perusahaan.

Menurut Andrea, perusahaan ini banyak menangani proyek yang berkaitan dengan event organizer dan pekerjaan sipil, seperti penerangan lampu jalan. Belakangan, bisnis perusahaan berfokus menangani proyek-proyek green economy.

Andrea mengaku tidak mengetahui apakah sebagian dana yang disetor Malinda berasal dari praktek penggelapan dana nasabah Citibank. Yang pasti, jika itu terbukti, Malinda-lah yang harus bertanggung jawab secara pribadi.

Ketua Komisi Keuangan DPR Emir Moeis mengatakan akan meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan serta Badan Pemeriksa Keuangan melakukan audit forensik terhadap aliran dana Malinda."Paling lama dalam dua hari ini, suratnya sudah kami kirim,"ujarnya.

Diposting 08-04-2011.

Dia dalam berita ini...

I Emir Moeis

Anggota DPR-RI 2009-2014 Kalimantan Timur
Partai: PDIP