Komentari
Berita Anggota Parlemen

Sarankan Anies Dijauhkan dari Pilpres 2024, Adian Napitupulu Buat Mardani Ali Senyum-senyum

sumber berita , 14-08-2019

Politisi PDIP Adian Napitupulu menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dijauhkan dari rencana Pilpres 2024.

Adian Napitupulu lantas mengungkapkan alasannya yang justru menuai tawa Politisi PKS Mardani Ali.

Bahkan Mardani Ali terlihat senyum-senyum ketika Adian Napitupulu menjelaskan lebih lanjut alasannya tersebut.

Di acara tersebut mengangkat tema mengenai 'ILC Anies di Bully,' yang membahas mengenai beragam kejadian dugaan perundungan yang terjadi pada Anies Baswedan.

Awalnya Adian Napitupulu mempertanyakan definisi bully yang digunakan di acara ILC tersebut.

Menurut Adian Napitupulu, seluruh narasumber dan hadirin harus sepakat dengan satu definisi mengenai bully yang akan dibahas tersebut.

Adian Napitupulu kemudian membacakan definisi bully berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

"Ada bagusnya kita bahas definisi bully itu apa..jangan sampai kita mempunyai makna berbeda-beda."

Berdasarkan KBBI, yang termasuk pelecehan itu ancaman, perkataan secara lisan, kekerasan fisik, paksaan dan lain-lain. Saya enggak melihat pusaran itu di Anies Baswedan," ungkap Adian Napitupulu.

"Ini Bully dengan pengertian populer di masyarakat. Jangan seorang gubernur, kalau kita banyak serang di media sosial juga termasuk bully," jelas Karni Ilyas sebagai pembawa acara ILC.

"Artinya Bang Karni buat definisi sendiri, tak sesuai dengan KBBI. Saya tak melihat proses bully tersebut dialami Anies Baswedan. Apakah Anies mengalami persekusi? itu tak ada," imbuh Adian Napitupulu.

"Ada ancaman bakal dibunuh," beber Mardani Ali.

"Ya tapi tak pusaran bully bang...kalau pusaran kan itu tak berhenti. Lalu apakah ini ada hubungannya dengan 2024? Anies dibuat seolah teraniaya dan tertekan, rakyat simpati...walaupun saya berpikir bagian mana yang dibullynya?" tanya Adian Napitupulu.

Adian Napitupulu menyatakan, saat ini Anies Baswedan bukan mengalami pusaran bully namun hanya mendapatkan beberapa kritikan saja.

"Sebenarnya yang dikatakan Bang Mardani itu benar, anggap saja sebagai kritik. Terus kenapa kalau dikritik? Apakah kritik itu identik dengan bully? Tak ada yang tersakiti kok disini.

Bahwa kemudian ada anggaran membengkak dan realisasinya belum terlihat maka masyarakat mengkritik tersebut. Apakah itu bully?itu bukan," papar Adian Napitupulu.

Selain itu, Adian Napitupulu juga membahas mengenai solusi tingkat polusi di wilayah DKI Jakarta karena banyaknya mobil dengan membangun banyaknya trotoar.

"Itu justru membuat kemacetannya terjadi dimana-mana. Misalnya di kawasan Kemang, yang tadinya bisa 3-4 jalur sekarang cuma bisa 2 jalur sehingga kemacetan kian berkembang. Jadi kontradiktif, disisi lain ada perluasan ganjil genap.

Bagus mungkin niatnya tetapi jadi kontradiktif denga tingkat polusi yang berkembang karena kemacetan," imbuh Adian Napitupulu.

Adian Napitupulu kemudian menyoroti mengenai pernyataan Anies Baswedan yang mengatakan tak ada pulau reklamasi, yang ada hanyalah pantai reklamasi.

"Dulu katanya itu pulau tapi dipidato terakhir bilangnya pantai reklamasi. Jadi kita bingung dia tak konsisten dalam kata-kata, bagaimana dengan tindakannya?" tanya Adian Napitupulu.

Adian Napitupulu mengemukakan, banyak hal yang sebenarnya bisa jadi bahan kritikkan namun jangan sampai kritik tersebut justru disebut sebagai pusaran bully.

"Kita mengkritik dan mempertanyakan kebijakan tersebut konsisten atau tidak. Kalau ada beberapa program politik yang dijanjikan berjalan, apakah sesuai dengan yang dijanjikan dahulu? Sejauh mana OKE OCE meningkatkan kesejahteraan? berapa putaran uangnya? mana pertanggungjawaban terbukanya?" kata Adian Napitupulu.

Adian Napitupulu memaparkan, pernyataan Mardani Ali mengenai kabar Anies Baswedan akan maju di Pilpres 2024 itu membuat tak konsen Gubernur DKI Jakarta tersebut disetujui sang politisi PDIP.

Setuju dengan pernyataan Mardani Ali, Adian Napitupulu meminta Anies Baswedan dijauhkan dari rencana Pilpres 2024 agar bisa fokus membangun DKI Jakarta.

"Lebih baik jauhkan Anies dari rencana Pilpres 2024 biar dia konsentrasi. Kenapa? kalau 2024 menggelar pemilu maka persiapannya diselenggarakan sekitar pertengahan 2022," beber Adian Napitupulu.

Sontak penjelasan Adian Napitupulu itu menuai tawa Mardani Ali.

"Iya dong 1,5 tahun persiapan...berarti kan sisa 1,5 tahun itu rakyat Jakarta berharap dari mana? Kalau kemudian digadang-gadang terus jadi Capres, kasihan.

Siapa yang kasihan? bukan Anies karena kalau emang dia maju belum tentu menang dan belum tentu juga ada partai mendukung," imbuh Adian Napitupulu.

Kembali dengar alasan Adian Napitupulu, Mardani Ali lantas senyum-senyum.

Adian Napitupulu mengungkapkan, sosok yang harus dikasihani itu merupakan warga DKI Jakarta yang selama ini menunggu suatu luar biasa yang dijanjikan Anies Baswedan ketika berkampanye.

"Jangan sampai nanti Anies memiliki alasan, 'maaf rakyat Jakarta saya tak bekerja maksimal karena tak punya wakil', selalu saja ada kambing hitam dari kegagalan. Sehingga segeralah pilih wakilnya biar tak dijadikan kambing hitam," celetuk Adian Napitupulu.

Diposting 14-08-2019.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Mereka dalam berita ini...

Mardani Ali Sera

Anggota DPR-RI 2014
Jawa Barat VII

Adian Yunus Yusak Napitupulu

Anggota DPR-RI 2014
Jawa Barat V