Komentari
Berita Anggota Parlemen

Golkar Sindir Balik Fadli yang Sebut Jokowi Dapat Wangsit soal Ibu Kota

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindahkan ibu kota negara tergesa-gesa. Bahkan, Fadli menyindir keputusan memindahkan ibu kota mungkin karena Jokowi mendapatkan wangsit.

Menanggapi sindiran itu, Partai Golkar menilai Fadli tak bisa membedakan soal ketepatan mengeksekusi kebijakan. Golkar juga menganggap politikus Gerindra itu tak bisa membedakan orang yang bekerja cepat dengan yang hanya bisa berbicara.

"Fadli Zon ini tak bisa membedakan mana kecepatan mengambil keputusan dan ketepatan dalam eksekusi kebijakan. Beda antara orang yang terbiasa bekerja cepat dengan orang yang hanya bisa ngomong doang tanpa memiliki rekam jejak kerja," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Rabu (28/8/2019).

Ace mengatakan proses pemindahan ibu kota negara ke Kaltim telah disampaikan jauh-jauh hari. Dia kemudian mengulas kembali permintaan izin Jokowi untuk memindahkan ibu kota saat Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di kompleks parlemen Jumat (16/8).

"Apa yang dilakukan Presiden dengan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kaltim prosesnya telah disampaikan jauh-jauh hari. Bahkan wacana tentang pemindahan ibu kota ini telah disampaikan oleh para Presiden sebelumnya," ucapnya.

"Presiden Jokowi kan secara resmi telah menyampaikan dalam Pidato Kenegaraan soal pemindahan ibu kota ini dan kemudian setelah itu suratnya disampaikan secara resmi ke DPR," imbuh Ace.

 

Diposting 29-08-2019.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Mereka dalam berita ini...

Fadli Zon

Anggota DPR-RI 2014
Jawa Barat V

Tb. Ace Hasan Syadzily

Anggota DPR-RI 2014
Banten I