Berita Anggota Parlemen

DPR Anggap Pengembangan EBT Tak Digarap Serius

Kalangan DPR mengkritik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dianggap tidak serius mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). 

“EBT tidak berkembang signifikan, dari dulu segitu-segitu saja, sekitar 12,7%. ESDM dan BUMN tidak serius mengelola energi ini,” kata anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta di Kompleks DPR Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Menurutnya, pengembangan energi panas bumi (geothermal) sudah banyak yang mau investasi.

Begitupun dengan energi surya, mestinya bisa digarap lebih maju lagi ke depan.

“Jadi jangan mengandalkan sumber energi fosil saja. Penggunaan energi fosil terlalu dimanja,” tandasnya.

Menurut Politikus PDIP ini, roadmap pengembangan EBT ke depan perlu diperjelas lagi. Sehingga investor menjadi lebih tertarik lagi.

“Ini soal kebiasaan saja, ibaratnya biasa bangun jam 10.00 pagi, disuruh bangun jam 05.00, ya memang kalang kabut jadinya,” ujarnya.

Dijelaskannya, EBT itu sumbernya sangat banyak. Apalagi sebagai negeri beriklim tropis, Indonesia memiliki ketersediaan sinar surya yang sangat cukup.

“Begitupun dengan sungai dan gunung yang mampu menghasilkan air terjun untuk Hydro power,” terangnya.

Lebih jauh kata Nyoman, bahkan hempasan angin juga sangat cukup. Hal ini karena Indonesia merupakan negeri kepulauan dan memiliki garis pantai yang panjang.

“Tak hanya itu, Indonesia juga punya sawit dan tanaman Jarak. Komoditi ini sumbernya banyak dan ramah lingkungan, sayangnya kita stagnan produksinya hanya sekitar 12 % saja,” ungkapnya. 

Diposting 24-01-2020.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

I Nyoman Parta

Anggota DPR-RI 2019-2024
Bali