TKA Masuk ke Indonesia, Demokrat: Rakyat Marah, DPR Harus Bersuara

Setidaknya 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok akan datang ke Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Padahal Indonesia sedang menangani pandemi virus Korona atau Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VI DPR Herman Khaero‎n mengatakan, bahwa masyarakat sudah banyak yang marah dengan kebijakan masuknya TKA asal Tiongkok ke Indonesia. Karena itu, ia meminta para koleganya yang duduk di parlemen untuk terus bersuara menolak masuknya TKA Tiongkok itu ke Sultra

“DPR harus bersuara terkait 500 tenaga kerja asing, karena mungkin masih banyak lainnya yang akan masuk ke Indonesia,” katanya.

Saat ini di tengah pandemi virus Korona, menurut Herman banyak ‎masyarakat yang menjadi korban PHK. Sehingga sejatinya tidak elok pemerintah membiarkan TKA asal Tiongkok yang akan masuk ke Indonesia.

Menurut Herman, saat ini banyak anak muda yang kemampuannya tidak kalah dengan TKA asal Tiongkok tersebut. Sehingga mereka seharusnya yang lebih diutamakan ketimbang TKA asal Tiongkok tersebut.

“Anak-anak bangsa ini juga memiliki kemampuan. Saya kira harus kita dorong, harus diberikan ruang. Bukan malah mendatangkan pekerja asing,” pungkasnya.

Sebelumnya, adanya rencana kedatangan sekitar 500 TKA asal Tiongkok ke Sulawesi Utara yang diajukan oleh pihak perusahaan di Morosi, Konawe untuk Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dalam pembangunan PLTU.

Gubernur dan DPRD Sulawesi Utara telah menyatakan sikap menolak kedatangan 500 TKA asal Tiongkok yang dipekerjakan di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Morosi, Konawe, Sultra.

Diposting 06-05-2020.

Dia dalam berita ini...

E. Herman Khaeron

Anggota DPR-RI 2019-2024
Jawa Barat 8