Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan Citibank untuk memulihkan citra dan imej yang sudah terpuruk akibat dua kasus besar yang membelit, yakni pembobolan uang nasabah yang dilakukan Malinda Dee dan kasus meninggalnya nasabah kartu kredit Citibank Irzen Octa.
"Citibank harus jujur. Berani mengakui kesalahannya, baik kasus Irzen yang sampai meninggal maupun terhadap kasus Malinda Dee. Kejujuran dan kepedulian Citibank mutlak diperlukan untuk meningkatkan citra yang sudah terpuruk," ujar anggota Komisi XI DPR Sumarjati Arjoso kepada Jurnalparlemen.com, Sabtu (16/4).
Dia menambahkan, Citibank harus meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan secara terbuka kepada seluruh masyarakat Indonesia, termasuk melalui media. Juga bersikap kooperatif selama proses penyelidikan dan penyidikan.
Selain itu, untuk memperbaiki citra di masyarakat, sebagai bank asing yang memperoleh keuntungan di Indonesia, Citibank juga harus memperhatikan fungsi sosialnya seperti memberikan kredit untuk usaha kecil dan mengalokasikan CSR (Corporate Social Responsibility) yang dibutuhkan masyarakat miskin.
"Meski sudah ada Citi Peka (program CSR Citibank), bantuan kepada masyarakat miskin dalam bentuk pemberian kredit maupun CSR perlu diperbesar," ujar anggota Dewan dari Fraksi Partai Gerindra ini.
Jika tidak, lanjutnya, masyarakat pasti menuduh bahwa Citibank hanya mau cari
untung di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai tempat money laundering serta melindungi pejabat yang korup.