Berita Anggota Parlemen

WFH Rasa Cuti, Menteri Jangan Cuma Cari Perhatian Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta menterinya kerja lebih keras dan menyentil soal sistem kerja work from home (WFH) seperti cuti. PPP menilai bahwa sentilan tersebut sebagai bentuk kekecewaan Jokowi atas kinerja menterinya.

"Ini mengkonfirmasi bahwa Presiden Jokowi masih belum puas atas kinerja menterinya," kata Wakil Ketua PPP, Arwani Thomafi kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).

Dia mengatakan sorotan Jokowi yang kedua kalinya itu diakibatkan karena kinerja menterinya belum juga membaik. Sementara itu, rakyat hanya ingin menteri-menteri Jokowi ini bisa menunjukkan kerja yang konkret, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh rakyat.

"Kinerja menteri belum juga membaik. Jika sebelumnya menyoroti soal lemahnya penyerapan anggaran kementerian, nah sekarang soal sistem kerja WFH yang tidak berjalan dengan baik," katanya.

"Puas atau tidak puas, membaik atau tidak, lalu apakah selanjutnya ingin ada evaluasi menteri? Tentu semuanya kembali ke Presiden. Yang jelas, rakyat ingin para menteri mampu menerjemahkan visi misi Presiden Jokowi dalam kerja konkret, nyata dan dirasakan manfaatnya. Bukan hanya sekedar kerja untuk cari perhatian saja," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyentil kinerja para menterinya. Jokowi menyinggung sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang dilakukan selama ini justru tampak seperti cuti.

"Saya minta kita memiliki sense yang sama. Sense of crisis yang sama. Jangan sampai 3 bulan yang lalu kita menyampaikan bekerja dari rumah, work form home. Yang saya lihat ini kayak cuti malahan. Padahal pada kondisi krisis kita harusnya kerja lebih keras lagi," kata Jokowi, dalam rapat terbatas seperti diunggah dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, seperti dilihat detikcom, Kamis (9/7).

 

Diposting 10-07-2020.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

Moh. Arwani Thomafi

Anggota DPR-RI 2019-2024
Jawa Tengah 3