Berita Anggota Parlemen

Menjaga Situs Bung Karno di Ende, Gus Jazil: Ini Demi Sejarah Bangsa

sumber berita , 29-07-2020

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengunjungi Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Banyak jejak dan peninggalan sang proklamator yang harusnya bisa menjadi pelajaran sejarah bagi kaum muda.

“Bung Karno pada masa itu diasingkan oleh Belanda di kota kecil dan terpencil namun beliau tetap gigih berjuang,” ujar Jazilul di Ende, (28/7).

Untuk itu politisi PKB berharap agar Kabupaten Ende mendapat perhatian dari pemerintah pusat. “Agar masyarakat Ende menjadi bangga dari apa yang dimiliki di tempat ini,” tuturnya.

Dirinya berharap situs pengasingan lebih mendapat perhatian dari pemerintah. Selama ini sepertinya di tempat itu hanya sebatas menjaga apa yang ada. Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu mendorong agar di sekitar situs pengasingan ada lahan parkir sehingga kendaraan pengunjung tidak berhenti di jalan.

Selain itu, perlu juga adanya sentuhan teknologi dari koleksi-koleksi yang ada. Dengan sentuhan teknologi diharap mampu lebih menjelaskan asal usul koleksi dan barang yang ada.

“Misalnya, setrika yang ada itu buatan mana. Agar bisa dijelaskan setrika itu bikinan daerah atau negara mana. Sehingga banyak informasi yang bisa didapat oleh para pengunjung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu juga meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperhatikan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende. Ia menyayangkan kalau bantuan dari pemerintah pusat diberikan bila sesuatu itu menguntungkan atau memberikan pendapatan.

Menjaga situs-situs sejarah perjuangan bangsa menurut pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu perlu dilakukan agar anak dan cucu bangsa ini mengerti dan paham sejarah perjuangan bangsa. “Kita harus tahu betapa sulitnya Bung Karno dan keluarga hidup di pengasingan pada tahun 1934,” ungkapnya.

Generasi milineal lebih paham K-Pop sebab pemahaman dan pendidikan sejarah bangsanya sendiri. Karena buat mereka kisah-kisah perjuangan para pendahulunya belum disampaikan secara massif dan dengan teknologi dan budaya yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Diposting 29-07-2020.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

Jazilul Fawaid

Anggota DPR-RI 2019-2024
Jawa Timur 10