Politisi Partai Demokrat minta aparat kepolisian benar-benar dapat mengungkapkan kasus tewasnya Irzen Octa, nasabah Citibank yang diduga tewas dianiaya di salah satu kantor Citibank di Jakarta.
Menurut Ruhut Sitompul, salah satu contoh adalah munculnya dua hasil visum yang berbeda atas penyebab tewasnya Irzen Octa. Hal ini seharusnya tidak terjadi dan kapolri dapat mensterilkan jajarannya sehingga tidak menimbulkan kecurigaan-kecurigaan adanya intervensi pihak lain.
"Saya harap Kapolri Jenderal Timor Pradopo harus benar-benar bisa mensterilkan anggota-anggotanya dari intervensi maupun dugaan penyalahgunaan lainnya," tegas anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, Minggu (24/4/2011).
Ruhut tidak menampik mengenai kemungkinan permainan aparat kepolisian atas kejadian itu. Dirinya juga yakin jika kapolri akan menindak bawahannya jika memang nanti terbukti ada permaian dalam penanganan kasus itu.
"Kita harapkan polisi dapat menjemput bola dalam menyelesaikan kasus ini dengan turut juga memeriksa dokter forensik yang mengeluarkan dua hasil visum yang berbeda itu," tegasnya.
Ruhut menambahkan, jika terbukti dokter forensik yang melakukan visum memang memalsukan hasil visumnya maka hal itu sudah masuk ke ranah pidana dan polisi berhak menggunakan pasal-pasal KUHP untuk menanganinya.
"Disini IDI yang memang biasanya membela rekan-rekan seprofesinya tidak bisa berlindung dibalik kode etik. Ini sudah masuk pidana kalau memang terbukti dia memalsukan visum tersebut," tegas Ruhut.
Ruhut juga mengharapkan agar nasabah Citibank yang selama ini pernah dirugikan dan mendapatkan perlakuan-perlakuan kasar dari para debt collector yang mereka pekerjakan untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian.