Berita Anggota Parlemen

Kutuk Bom Bunuh Diri, DPR Dukung Polri TumpasTeroris Sampai Ke Akarnya

sumber berita , 29-03-2021

Senayan mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, kemarin. Aparat penegak hukum diminta tidak kecolongan lagi dan mencegah aksi penyerangan serupa terhadap rumah-rumah ibadah.

Anggota Komisi III DPR Rudy Masud mengatakan, bom bunuh diri itu tidak dibenarkan oleh agama apa pun.

“Tapi ini kembali terjadi di tengah masyarakat. Siapa pun pelaku aksi bom bunuh diri itu, sangat tidak manusiawi,” geram Rudy Masud, kemarin.

Politisi muda Golkar ini menyayangkan aksi bom bunuh diri kembali terjadi di Indonesia. Padahal, situasi masyarakat cukup kondusif dan damai. Dia pun mendukung Polri untuk terus gencar membasmi kelompok-kelompok terorisme di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, aksi bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral, kemarin. Dalam peristiwa ini terdapat 14 korban luka dan langsung dibawa ke rumah sakit. Ada pun pelaku bom bunuh diri dinyatakan tewas dan belum diketahui identitasnya.

Dia meminta semua pihak menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

“Jiwa kita adalah Pancasila. Saya mengutuk keras. Kita doakan supaya bangsa Indonesia kembali damai dan rukun untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” tegas Harum, sapaan akrab Rudy Masud.

Sebagai anggota Komisi III DPR, mitra kerja Kepolisian, Rudy meminta kepada Polri untuk bertindak tegas kepada kelompok terorisme. Tetap meningkatkan kewaspadaan agar aksi bom bunuh diri tidak terulang kembali.

“Saya meminta Kapolri memerintahkan seluruh Polda meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai kecolongan atas aksi terorisme bom bunuh diri seperti hari ini (kemarin),” pungkas Rudy.

Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Partaonan Daulay berharap aparat keamanan dapat segera mengungkap dan menangkap jaringan pelaku bom bunuh diri di Makassar. Bagaimana pun, perbuatan tersebut keji dan dilarang oleh semua agama.

“Ini sangat melukai kita semua. Apalagi, ledakan itu dilakukan di depan rumah ibadah,” kata Saleh.

Dia menduga, tindakan ini dilakukan secara sengaja agar muncul sikap saling curiga dan rasa waswas antarumat beragama. Tindakan kekerasan yang melukai dan menewaskan manusia ini tidak dibenarkan oleh agama dan keyakinan apa pun.

Karena itu, dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum mengusut tuntas tindak kejahatan ini. Tokoh-tokoh masyarakat dan pemuka agama juga diharapkan bisa bahu membahu menenangkan masyarakat.

Diposting 29-03-2021.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Mereka dalam berita ini...

Rudy Mas'ud

Anggota DPR-RI 2019-2024
Kalimantan Timur

Saleh Pertaonan Daulay

Anggota DPR-RI 2019-2024
Sumatera Utara 2