Berita Anggota Parlemen

Varian Corona B.1.617 Terdeteksi di RI, Anggota DPR: Tingkatkan Disiplin Prokes

sumber berita , 03-05-2021

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI-P Rahmad Handoyo meminta masyarakat tidak perlu panik atas temuan sejumlah varian baru virus corona hasil mutasi di Indonesia. 

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa tiga varian virus corona dari luar negeri kini telah masuk di Indonesia. 

Ketiganya yakni varian B.1.1.7 asal Inggris, varian mutasi ganda B.1.617 asal India, serta B.1.351 yang berasal dari Afrika Selatan. Kendati demikian, menurut Handoyo, bukan berarti masyarakat lantas boleh bersikap biasa saja. Melainkan mesti lebih waspada.  

"Saya kira ini kita tidak perlu panik, tetapi kita semakin waspada meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan kedisiplinan kita terhadap protokol kesehatan," kata Rahmad saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/5/2021). 

Menurut Rahmad, disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi salah satu cara menghalau virus tersebut menyebar di masyarakat. 

Sebab, pada dasarnya, ia menilai bahwa semua virus dapat bermutasi, termasuk virus corona. 

"Perubahan virus itu menjadi satu keniscayaan. 

Mau menjadi lemah atau semakin tidak kita kehendaki, satu hal yang perlu kita tekankan adalah apapun perubahan karakteristik, apapun perubahan mutasi, yang paling bisa kita lakukan saat ini adalah bagaimana kita meningkatkan kewaspadaan," ujarnya. 

Rahmad melanjutkan, saat ini pemerintah dan masyarakat perlu bergerak bersama untuk membumikan protokol kesehatan. 

Khusus kepada pemerintah, dalam setiap kesempatan, dapat ditekankan pentingnya protokol kesehatan yaitu 5M mulai dari mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

"Sehingga ketika sudah masuk Indonesia, harapannya ya mutasi virus itu tidak bisa berkembang, tidak bisa menular ke tempat yang lain karena kita sudah disiplin protokol kesehatan," ucapnya.

"Tetapi karena virus itu sudah masuk ke Indonesia, maka tidak ada lain, harga mati, dalam rangka menangkal virus itu dengan cara protokol kesehatan," sambung dia. 

Bukan tanpa alasan, pentingnya disiplin protokol kesehatan menjadi harga mati dalam rangka perang melawan Covid-19 agar Indonesia tidak bernasib sama seperti di India. 

Rahmad mengingatkan bagaimana kondisi di India akibat abai dan lalai menerapkan protokol kesehatan, maka mengalami gelombang 'tsunami' Covid-19. 

"Kalau kita abai, sekali lagi, saya ingatkan kepada masyarakat bahwa India menjadi cermin kita. 

Masyarakatnya abai, kemudian lalai terhadap prokes ya dampaknya seperti itu," kata Rahmad. 

"Sudah bermutasi, kemudian semakin berisiko, akhirnya gelombang tsunami Covid-19 yang diakibatkan oleh masyarakat. 

Banyak korban berjatuhan, paparan semakin meningkat tajam, menjadi pilu bagi kita sebagai warga dunia," ungkapnya. 

Ia menambahkan, di sisi lain, pemerintah juga didorong untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19. 

Rahmad berharap, pemerintah dapat mempercepat proses pengadaan vaksinasi untuk seluruh masyarakat dimulai dari mereka yang mendapatkan prioritas. 

"Paling tidak, skala prioritas kepada para tenaga kesehatan. Kemudian para pihak yang menjadi garda terdepan dalam perang melawan Covid-19 itu harus segera mendapatkan vaksin," tuturnya. 

Selain itu, ia juga berharap keberadaan vaksin dapat diperbanyak oleh pemerintah. 

Sebab, vaksin dinilai menjadi salah satu alat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari virus. 

Dalam memperbanyak stok vaksin, kata Rahmad, pemerintah dapat bekerja sama dengan vendor lainnya. 

"Saya mendorong kepada pemerintah untuk penambahan kerja sama vaksin dengan vendor-vendor yang lain. 

Sehingga kita meningkatkan stok terhadap keberadaan jumlah vaksin agar semakin banyak pula masyarakat kita yang divaksinasi," harapnya.

Diposting 04-05-2021.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

Rahmad Handoyo

Anggota DPR-RI 2019-2024
Jawa Tengah 5