Berita Anggota Parlemen

Pimpinan Komisi IX DPR Harap PDSI Bisa Kerja Sama dengan IDI

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi pembentukan organisasi Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI). Melki mengatakan, dalam pelaksanaannya, PDSI haruslah sesuai dengan aturan yang ada.

"Kami memberikan apresiasi terhadap pendirian dari PDSI yang sudah dideklarasikan kemarin yang diinisiasi oleh para dokter senior yang saya lihat kemarin tampil ya," kata Melki kepada wartawan, Kamis (28/4/2022).

"Tentu ini adalah sebuah hal untuk berorganisasi sesuai UUD dan juga tentunya dalam konteks pelaksanaan di lapangan, tentu harus sesuai dengan regulasi yang ada di bawahnya UU Praktik Kedokteran," sambungnya.

Melki berharap PDSI dapat berhubungan baik dan bekerja sama dengan semua organisasi yang sudah ada, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dia memastikan organisasi profesi itu tetap sesuai dengan aturan yang ada, yaitu Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

Dengan hadirnya PDSI, Melki memastikan DPR RI akan mencermati aturan yang sudah ada. Hal itu, katanya, guna memastikan apakah aturan yang ada dapat menyerap aspirasi dari kalangan dokter di Indonesia.

"Untuk itu kami berharap agar PDSI yang baru dideklarasikan ini bisa berhubungan baik dan bekerja sama dengan semua organisasi yang sudah ada ya. Ikatan Dokter Indonesia dan juga ada organisasi kesehatan lain yang sudah ada, sehingga tetap diletakan pada konteks UU Praktik Kedokteran," jelas Melki.

"Apabila ada aspirasi-aspirasi yang berkembang setelah komunikasi antara PDSI dan saya melihat ada dua organisasi dokter yang lain tentu bersama IDI, tentu kami DPR RI akan mencermati apakah regulasi yang ada tersebut sudah cukup merekomendasi dinamika dan aspirasi yang ada di kalangan dokter," imbuhnya.

Lebih lanjut, Melki juga meminta agar PDSI dapat menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan IDI. Dia berharap kedua organisasi tersebut dapat saling mendukung untuk kepentingan kesehatan dan kepentingan masyarakat.

"Dan juga tentu dari kalangan dokter yang hari ini sudah ada beberapa organisasi sudah ada IDI dan beberapa lagi yang lain, dan ini ada PDSI, semoga ini bisa berkomunikasi baik tetap agar ada hubungan baik antara para dokter," tutur Melki

"Untuk saling berkomunikasi dan mendukung dalam rangka kepentingan ilmu pengetahuan, kepentingan masyarakat luas, kepentingan kedokteran, kepentingan kesehatan, dan tentu untuk perkembangan inovasi dan juga kemandirian kesehatan kedokteran di tanah air," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, dr Jajang Edi Priyanto mendeklarasikan PDSI. Organisasi profesi dokter ini disebut sudah mengantongi SK Kemenkumham No. AHU003638.AH.01.07.2022 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia.

"Adapun berdirinya perkumpulan ini adalah dalam memenuhi hak warga negara Indonesia dalam berserikat dan berkumpul yang dijamin Pasal 28 UUD 1945 selaku konstitusi tertinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hak kami ini telah diejawantahkan dalam SK Kemenkumham tersebut," buka dr Jajang dalam keterangan resminya yang diterima detikcom, Rabu (27/4).

Jajang menuturkan kehadiran PDSI salah satunya untuk mendorong anak bangsa di bidang kesehatan memiliki inovasi untuk Indonesia maupun dunia. PDSI disebut Jajang bakal mematuhi aturan organisasi profesi termasuk kewenangan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) terkait pengurusan sertifikasi seperti izin praktik.

"Sudah saatnya asosiasi medis hanya fokus pada perlindungan hukum dan kesejahteraan, lazimnya asosiasi medis di negara maju lainnya. Sudah saatnya asosiasi medis bekerja secara proporsional dengan kerja sama bersama pemerintah dan masyarakat," sambung dr Jajang.

Diposting 28-04-2022.

Dia dalam berita ini...

Emanuel Melkiades Laka Lena

Anggota DPR-RI 2019-2024
Nusa Tenggara Timur 2