Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Siti Mukaromah menyoroti pentingnya keberadaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) bukan hanya sebagai area konservasi, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang paling egaliter dan edukatif bagi masyarakat luas.
"Kebun binatang adalah tempat berwisata yang paling egaliter. Hampir semua masyarakat, bahkan anak kecil yang belum TK, biasanya pertama kali dikenalkan adalah binatang. Mereka akan excited sekali. Artinya, ini punya nilai manfaat edukatif luar biasa tanpa membedakan usia, jenis kelamin, atau kelas ekonomi," ujarnya saat menerima audiensi dari kelompok Penjaga Warisan Sunda guna membahas polemik yang tengah dihadapi Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Politisi Fraksi PKB itu mengaitkan isu tersebut dengan konsep pariwisata ekosistem yang telah disahkan DPR. Menurutnya, dampak Kebun Binatang Bandung meluas pada sektor ekonomi kerakyatan, melibatkan UMKM, transportasi, hingga infrastruktur pendukung lainnya .
"Muara ending-nya adalah peningkatan ekonomi masyarakat, bukan hanya di Bandung saja, tapi ini akan menyeluruh secara nasional. Maka tentunya ini bukan hanya menjadi persoalan Bandung atau pewaris saja, tapi persoalan secara nasional," tegasnya .
Ia pun berkomitmen bahwa BAM akan menindaklanjuti aspirasi ini sesuai mekanisme yang berlaku. Ia membuka kemungkinan BAM untuk memanggil pihak-pihak terkait, mulai dari Wali Kota Bandung hingga Kejaksaan Negeri (Kejari), guna melakukan mediasi dan mencari penyelesaian yang adil.
"Kalau memang dengan cara penyelesaian bertemu dengan mereka semua, bermediasi dengan mereka semua itu bisa kita selesaikan dan memberikan nilai yang adil, kita akan upayakan. Karena kita bayangkan 700 satwa kalau sampai (kebun binatang) dibubarkan, kalau pada lepas gimana? Bahaya juga," pungkasnya.