Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) terus didorong untuk keluar dari stigma kekerasan yang pernah melekat pada lembaga pendidikan kedinasan tersebut. Pembinaan praja diharapkan semakin mengedepankan pendekatan akademik, pembentukan karakter, serta hubungan yang lebih sehat antara senior dan junior.
Anggota Komisi II DPR RI, Andar Amin Harahap menilai IPDN memiliki peran strategis dalam mencetak kader aparatur pemerintahan yang akan bertugas melayani masyarakat. Menurutnya, pendidikan di IPDN menjadi tempat pembinaan calon pamong praja yang dipersiapkan untuk menjalankan fungsi pemerintahan, pelayanan, dan pengayoman kepada masyarakat.
“IPDN ini tentunya memiliki nilai yang sangat strategis. Di sini kader-kader yang khusus pemerintahan ditempa sehingga insya Allah nanti setelah tamat dapat memberikan yang terbaik, khususnya di bidang pemerintahan, pelayanan, dan pengayoman,” tutur Andar saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Kampus IPDN di Sumedang, Jawa Barat, Rabu (11/3/2026).
Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai Golkar itu menekankan bahwa pola-pola pembinaan lama yang berpotensi menimbulkan praktik negatif harus ditinggalkan. Ia berharap hubungan antara senior dan junior di lingkungan IPDN dapat diarahkan pada pola yang lebih positif dan konstruktif.
“Ke depan tentunya harus lebih baik. Pola-pola yang lama itu ditinggalkan. Sudah tidak saatnya (ada budaya kekerasan,red). Ke depan bagaimana hubungan senior-junior itu arahnya lebih positif, bisa saling membina, saling mengingatkan, agar hubungan itu lebih baik ke depan,” tegas Andar yang juga merupakan lulusan dari sekolah kedinasan tersebut.
Ia juga berharap para Praja IPDN dapat memanfaatkan masa pendidikan dengan sebaik-baiknya untuk mengasah kemampuan dan membentuk karakter. Dengan pembinaan yang tepat, para praja diharapkan mampu menjadi pamong praja yang benar-benar hadir sebagai pengayom sekaligus pelayan masyarakat ketika terjun ke tengah masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa Kementerian Dalam Negeri bersama pimpinan IPDN saat ini tengah melakukan pembenahan menyeluruh di lembaga tersebut. Pembenahan tersebut mencakup sistem penerimaan praja, kurikulum pendidikan, hingga pola pembinaan di dalam kampus.
“Sudah ditinggalkan masa lalu yang lekat dengan stigma kekerasan. Kami fokus pada akademik dan juga pembinaan yang sifatnya menyiapkan calon abdi negara, calon pamong praja yang andal,” ujarnya.