Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mendorong PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) untuk segera melakukan langkah restrukturisasi serta memperkuat strategi menghadapi dampak geopolitik global yang berpotensi meningkatkan biaya produksi.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Mufti menyoroti struktur perusahaan SIG yang dinilai terlalu kompleks, dengan banyaknya anak dan cucu usaha yang berpotensi membebani kinerja perusahaan.
“Kalau kita lihat, jumlah anak dan cucu usaha cukup banyak. Ini perlu dievaluasi karena bisa menjadi beban dan menyebabkan inefisiensi,” ujar Mufti di Ruang Rapat Komisi VI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Ia menilai, banyaknya entitas dalam struktur perusahaan berpotensi mengalihkan fokus SIG dari bisnis inti, yaitu industri semen. Oleh karena itu, ia mendorong agar dilakukan langkah transformasi untuk menyederhanakan struktur dan meningkatkan efisiensi.
“Harapan kami, perusahaan bisa lebih fokus pada bisnis inti, sehingga kinerja bisa lebih optimal,” tegasnya.
Selain itu, Mufti juga menyoroti pentingnya kesiapan SIG dalam menghadapi dinamika global, khususnya dampak geopolitik yang dapat mempengaruhi harga energi dan logistik. Ia meminta perusahaan untuk melakukan stress test guna mengukur ketahanan bisnis dalam menghadapi berbagai skenario.
“Kami minta dilakukan stress test. Harus ada simulasi, jika terjadi kenaikan harga energi atau dampak geopolitik lainnya, apakah perusahaan masih mampu bertahan dan bersaing,” ujar Legislator Fraksi PDI-Perjuangan dapil Jawa Timur II itu.
Ia menegaskan bahwa langkah antisipatif tersebut penting mengingat saat ini biaya produksi SIG sudah tergolong tinggi. Tanpa strategi yang tepat, perusahaan berpotensi menghadapi tekanan yang lebih besar di masa mendatang.
“Kalau sekarang saja biaya sudah tinggi, bagaimana kalau ada tekanan tambahan dari faktor eksternal? Ini harus diantisipasi sejak dini,” katanya.
Lebih lanjut, Mufti juga meminta manajemen SIG untuk menyusun target kinerja yang lebih jelas dan terukur, sejalan dengan arahan pemerintah terhadap BUMN agar mampu mencapai tingkat keuntungan yang lebih optimal.
“Kami ingin ada kejelasan target ke depan, termasuk bagaimana perusahaan bisa meningkatkan laba secara bertahap,” ujarnya.
Melalui langkah restrukturisasi dan penguatan strategi bisnis, Komisi VI DPR RI berharap SIG dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi negara dan masyarakat.