Mufti Anam Apresiasi Langkah Pemerintah Tak Naikkan BBM

Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam mengapresiasi langkah pemerintah menjaga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global akibat konflik di Timur Tengah.

Baginya, keputusan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap daya beli masyarakat. “Kita apresiasi karena harga BBM tidak dinaikkan, termasuk juga langkah Pemerintah yang memastikan stok BBM tetap aman meski sebelumnya disampaikan Pak Bahlil, stok BBM hanya tinggal untuk 20 hari,” kata Mufti Anam dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta pada Kamis (2/6/2026).

Mufti menilai kepastian ketersediaan stok BBM menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas di masyarakat. Ia menyebut, apabila kondisi stok benar-benar aman, maka hal tersebut mencerminkan kinerja pemerintah yang solid, khususnya dalam pengelolaan energi nasional. Peran BUMN seperti Pertamina juga dinilai strategis dalam memastikan distribusi dan pasokan tetap terjaga.

“Dan kalau ternyata stok betul aman, tentu itu adalah sesuatu yang bagus. Yang menurut saya ini berkat kinerja baik Pemerintah, terutama Pertamina,” sambungnya.

Lebih lanjut, Mufti menilai pemerintah telah mengambil langkah berani dengan tidak menaikkan harga BBM di tengah tekanan global. Ia menilai kebijakan tersebut berbeda dengan banyak negara lain yang memilih menaikkan harga energi domestik sebagai respons atas kenaikan harga minyak dunia.

“Ini sebuah terobosan di saat negara lain menaikkan harga BBM, Pemerintahan Pak Prabowo mengambil sikap berbeda, sebuah langkah berani,” tutur politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah fiskal untuk menjaga stabilitas harga energi domestik. Penambahan anggaran subsidi BBM sebesar Rp90 hingga Rp100 triliun menjadi salah satu strategi yang disiapkan untuk meredam dampak lonjakan harga minyak dunia. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjaga harga BBM tetap stabil, bahkan ketika harga minyak mentah global berada di kisaran US$100 per barel.

Diposting 02-04-2026.

Dia dalam berita ini...

dr. H. MUFTI A. N. ANAM

Anggota DPR-RI 2024-2029
Jawa Timur 2