Komisi XII DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) ke Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Rabu (15/4/2026). Kunjungan ini membawa pesan tegas bahwa kehadiran industri ekstraktif tidak boleh sekadar mengeruk kekayaan alam, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi negara dan daerah.
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menjelaskan agenda kunjungan fokus untuk melakukan pengawasan pada bagaimana perusahaan tambang mengelola aspek sosial dan lingkungan agar sejalan dengan kontribusi ekonomi yang diberikan.
"Yang terpenting dalam operasi pertambangan adalah terpenuhi yang namanya ESG (Environmental, Social, and Governance) sehingga dengan demikian keberadaan perusahaan itu akan memberikan manfaat kepada masyarakat, dalam sosial, memberikan lapangan pekerjaan, kemudian juga menimbulkan multiplier effect ecconomy, lalu kepada Pemerintah Daerah memberikan tambahan PAD," ujarnya.
Ia pun menyoroti pentingnya penyelesaian dinamika di lingkar tambang. Perusahaan tidak hanya dituntut setor pajak ke pusat, tapi juga harus mampu meredam gejolak sosial dengan program pemberdayaan yang tepat sasaran. Lebih lanjut, Legislator Partai Golkar ini menegaskan bahwa dewan telah meminta klarifikasi langsung kepada perusahaan terkait dinamika di lapangan.
Legislator Partai Golkar itu menekankan bahwa keuntungan ekonomi dari eksploitasi mineral harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan warga lokal. Kehadiran korporasi wajib mendongkrak denyut nadi perekonomian di tingkat akar rumput.
"Hal seperti ini kan kita exercise tadi, kita tanyakan pada masing-masing perusahaan dan kita berharap ke depan para perusahaan dapat meningkatkan kontribusinya kepada daerah maupun perekonomian daerah," tekan politisi tersebut.
Untuk memastikan seluruh operasi berjalan sesuai koridor hukum dan membawa manfaat maksimal, Komisi XII juga terus berkoordinasi dengan pemerintah, khususnya dalam hal tata kelola perizinan dan regulasi agar dilakukan secara cermat.
"Jadi pada akhirnya kami serahkan kepada Kementerian ESDM di dalam melaksanakan ini dengan keberhati-hatiannya," pungkas Bambang, menutup harapannya agar pengelolaan sumber daya alam nasional dapat lebih berkeadilan dan berkelanjutan.