Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama menekankan pentingnya penguatan dukungan bibit unggul dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produksi kopi Bali. Dalam kunjungannya, ia meninjau langsung pengolahan kopi, serta berdialog langsung dengan petani dan pelaku usaha kopi untuk menyerap berbagai aspirasi serta melihat kondisi nyata di lapangan.
“Kita melihat pengolahan kopi dengan teknologi yang bagus dan sudah berskala ekspor. Namun di lapangan, kita menemukan beberapa kendala. Salah satunya ialah penurunan produksi kopi setiap tahun, meskipun kualitasnya tetap terjaga. Hal ini mendorong petani untuk mengusulkan dukungan bibit baru dari pemerintah,” ujarnya saat ditemui di Badung Agro Tecno Park, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (22/04/2026).
Politisi PDIP ini menjelaskan bahwa petani juga mengusulkan bantuan bibit tanaman lain, seperti alpukat dan buah-buahan. Di sisi lain, Kabupaten Jembrana disebut telah dijanjikan bantuan sekitar 4 juta bibit kakao oleh kementerian terkait yang saat ini tengah dalam proses realisasi.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pengajuan bantuan dari pemerintah pusat harus dilakukan melalui kelompok tani dan Dinas Pertanian. Hal ini dilakukan agar dapat diproses secara efektif dan tepat sasaran. “Kami sudah sampaikan, usulan harus melalui kelompok dan Dinas Pertanian. Tidak bisa dilayani satu per satu,” tegasnya.
Kemudian terkait pupuk, ia mengakui bahwa kendala yang terjadi selama ini lebih disebabkan oleh keterlambatan distribusi saat musim tanam, meskipun pemerintah setiap tahun telah mengalokasikan kebutuhan tersebut. “Ke depan diharapkan sudah tersedia sebelum musim tanam, terutama saat musim penghujan,” ujarnya.
Sementara itu, dalam pengembangan ke depan, ia menekankan pentingnya adopsi teknologi dari daerah lain maupun luar negeri guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian.
“Kita akan mengadopsi teknologi dari daerah lain, bahkan dari luar negeri seperti Vietnam dan Singapura, agar pengolahan hasil pertanian kita lebih baik dan menguntungkan,” tutupnya.