Anggota Komisi IX DPR RI Obet Rumbruren menyoroti penanganan masyarakat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mendorong pemerintah dan seluruh mitra kerja terkait segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.
“Pemerintah harus menjadikan ini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dan membangun sinergi untuk melihat kondisi di Manggarai. Jangan hanya berbicara, tetapi perlu ada tindakan yang nyata,” tegas Obet saat Kunjungan Komisi IX DPR RI di Ruteng, NTT, Sabtu (22/8/2026).
Obet menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang hingga kini masih berada di lokasi pengungsian. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan arahan kepada Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) segera ditindaklanjuti agar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat segera teratasi.
“Saat ini mereka tinggal di pengungsian, tetapi kalau bisa dalam waktu dekat, katakanlah satu hingga tiga bulan, mereka sudah bisa mandiri dan memiliki rumah masing-masing,” ujarnya.
Selain persoalan pemulihan tempat tinggal, Obet turut menyoroti pentingnya memastikan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. Ia meminta BPJS Kesehatan memberikan kemudahan akses layanan kepada warga serta memperkuat koordinasi dengan rumah sakit di wilayah terdampak.
“Terkadang teori berbeda dengan praktiknya, dan kita khawatir yang menjadi korban adalah masyarakat itu sendiri. Sehingga BPJS harus serius dan betul-betul berjuang bekerja sama dengan rumah sakit,” tegasnya.
Lebih lanjut, Obet mendorong Dinas Kesehatan bersama jajaran rumah sakit setempat segera mendalami berbagai persoalan pelayanan medis yang muncul pascabencana. Menurutnya, pemetaan kebutuhan dan koordinasi yang baik diperlukan agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan tepat.
Ia menegaskan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting untuk memastikan keselamatan dan mempercepat pemulihan masyarakat Manggarai.
“Semua pihak harus bergerak bersama agar penanganan masyarakat terdampak bencana dapat berjalan optimal dan mereka bisa segera kembali menjalani kehidupan secara mandiri,” pungkasnya.