Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Adian Napitupulu mendorong negara mengambil peran lebih kuat dalam melindungi sekaligus mempromosikan produk pertanian dalam negeri. Menurutnya, keberpihakan tersebut diperlukan agar komoditas yang mampu diproduksi petani Indonesia, termasuk tembakau dan bawang putih, tidak justru terdesak produk impor.
“Kita tentunya sama-sama tidak menghendaki impor tembakau dan tidak menghendaki impor bawang putih. Apa yang bisa kita produksi di negara kita? Ya kita produksi saja,” ujar Adian saat mengikuti Festival Aspirasi BAM DPR RI terkait Kesejahteraan Petani Tembakau dan Bawang Putih di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, sektor pertembakauan memiliki mata rantai ekonomi yang luas dan menjadi sumber penghidupan bagi jutaan orang. Karena itu, ia menilai DPR perlu mencermati kembali berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kesehatan, distribusi, hingga impor agar pelaksanaannya tidak mengabaikan keberlangsungan petani dalam negeri.
Lebih jauh, Adian menilai perlindungan terhadap produksi nasional juga perlu dibarengi upaya memperkuat promosi produk Indonesia. Negara, termasuk melalui perwakilan Indonesia di luar negeri, menurutnya dapat mengambil peran lebih aktif dalam mengenalkan keunggulan komoditas nasional kepada pasar internasional.
“Negara harus benar-benar mengambil perannya untuk menjadi marketing dari produk-produk kita. Termasuk tembakau. Termasuk rokok. Termasuk seluruh sumber kekayaan alam kita,” ujarnya.
Ia menilai kemampuan negara lain mempromosikan produknya dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia. Keunggulan tembakau maupun bawang putih lokal perlu lebih gencar diperkenalkan sehingga kebijakan perdagangan tidak hanya membuka ruang bagi produk luar, tetapi juga memperkuat posisi produk petani Indonesia.