PKB merespons usulan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia agar Pemilihan Legislatif (Pileg) digelar lebih dulu, kemudian dilanjutkan Pemilihan Presiden (Pilpres). PKB menyatakan setuju dengan usulan tersebut.
"Kami setuju, meskipun nanti kita akan sepakati secara bersama-sama. Pola ini sudah pernah dipraktikkan pada Pemilu tahun 2009 dan 2014," kata Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).
"Kami pikir pola pemisahan itu lebih cocok karena hasil suara pileg akan menjadi 'modal' dalam pilpres," lanjutnya.
Partai politik, jelas Jazilul, dapat membuat kalkulasi awal untuk mengusung kadernya secara realistis berdasarkan mandat suara pileg. Dia menilai, pelaksanaan pileg yang lebih dulu digelar dapat meminimalkan munculnya calon dadakan.
"Seingat saya, pola ini dulu memungkinkan partai politik melakukan penjaringan internal untuk menjaring calon presiden atau cawapres dari partainya. Ini juga bagian dari uji publik seorang calon supaya tidak muncul calon 'dadakan'," kata Jazilul.
Sebelumnya, Ahmad Doli Kurnia mengatakan pileg, pilpres, dan pilkada sebaiknya digelar secara terpisah. Doli mengusulkan pileg digelar lebih dulu dan hasilnya menjadi tiket pencalonan pilpres.
Doli mengatakan usulan tersebut telah disampaikan sejak awal pembahasan mengenai keserentakan pemilu. Menurut dia, masing-masing jenis pemilu sebaiknya memiliki waktu pelaksanaan sendiri.
"Mengenai keserentakan pemilu, kami memang sejak awal mengusulkan agar ketiga jenis pemilu yang kita miliki-pileg, pilpres, dan pilkada-sebaiknya diselenggarakan terpisah, tidak ada yang disatukan," kata Doli kepada wartawan, Selasa (22/9).
Doli mengatakan ada sejumlah alasan di balik usulan tersebut. Salah satunya, menurut dia, agar masyarakat bisa lebih fokus menentukan pilihannya pada setiap jenis pemilihan.