Anggota Komisi III DPR RI, Lola Nelria Oktavia, mengapresiasi langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika di sejumlah wilayah. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberantas narkoba sekaligus menjadi momentum untuk memperluas penindakan hingga menyasar jaringan pemasok dan pihak-pihak yang berada di balik peredaran narkotika.
Lola menilai pemberantasan narkoba tidak cukup hanya menyasar pengedar maupun pengguna di tingkat bawah. Penelusuran terhadap sumber pasokan, bahan baku, hingga aktor utama dalam jaringan peredaran perlu menjadi perhatian agar upaya pemberantasan dapat menjangkau akar persoalan.
“Pencapaian yang luar biasa yang dilakukan oleh BNN dan Polri khususnya, menurut saya itu adalah membuktikan bagaimana langkah-langkah pemerintah serius menghadapi narkoba dan menunjukkan bahwa pemerintah itu tidak boleh kalah sama jaringan narkoba,” ujar Lola dari keterangan yang diterima Parlementaria di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Ia mencontohkan keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan narkotika seberat 1,8 ton di Batam serta pengungkapan pabrik narkoba di Aceh. Menurutnya, capaian tersebut memperlihatkan pentingnya pengawasan dan penindakan yang tidak hanya berfokus pada peredaran di dalam negeri, tetapi juga menelusuri jalur masuk serta sumber bahan baku narkotika.
Karena itu, Lola berharap koordinasi lintas lembaga, termasuk Polri, BNN, dan Bea Cukai, terus diperkuat. Sinergi tersebut diperlukan untuk mengawasi rantai pasokan narkotika secara menyeluruh, mulai dari masuknya bahan baku hingga proses produksi dan distribusinya kepada masyarakat.
“Bukan hanya pengedar dan pemakai saja, tapi dalang-dalang di baliknya itu memang sedang kita target dan saya yakin pihak BNN dan Polri itu mereka bisa melaksanakan apa yang menjadi koridor-koridor yang harus mereka berantas,” tuturnya.
Selain penguatan penindakan, legislator dari Fraksi Partai NasDem ini turut menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui pengawasan terhadap sarana yang berpotensi dimanfaatkan untuk peredaran narkotika. Salah satunya adalah penggunaan vape yang menurutnya perlu mendapat perhatian agar tidak menjadi celah baru bagi jaringan narkoba.
Ia pun menyatakan dukungannya terhadap upaya pembatasan penggunaan vape sebagai salah satu langkah preventif untuk mempersempit ruang peredaran narkotika. Menurutnya, pencegahan perlu dikedepankan agar masyarakat tidak harus menghadapi dampak yang lebih besar akibat penyalahgunaan narkoba.
“Saya sangat setuju untuk pembatasan penggunaan vape. Karena memang vape itu dijadikan alat untuk peredaran. Jadi kalau menurut saya lebih baik kita mencegah daripada harus mengobati,” tegas legislator dari Dapil Jawa Barat XI itu.
Lebih lanjut, Lola mengingatkan bahwa pemberantasan narkotika pada akhirnya merupakan upaya melindungi masa depan generasi muda. Ia berharap penguatan penindakan dan pencegahan dapat berjalan beriringan, sehingga generasi muda memiliki lingkungan yang lebih sehat dan terlindungi dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Narkoba itu hanya kesenangan sesaat yang tidak pernah menyelesaikan masalah apa pun. Masa depan itu panjang, bukan hanya saat sekarang. Jadi hindari narkoba, bisa berkata tidak sama narkoba, stay healthy, hidup sehat, tetap semangat,” pungkasnya.