Tim Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi VIII DPR RI meninjau langsung ke lokasi bencana letusan Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara. Dari pemantau langsung pada Selasa (26/7), tim menilai penanganan korban bencana secara umum berjalan dengan baik.
"Saat ini masih ada sekitar 273 orang pengungsi, sebagian sudah pulang ke rumah masing-masing. Secara umum penanganan cukup baik, meskipun memang ada beberapa keluhan dari warga tentang pemenuhan kebutuhan misalnya tikar, ini karena sedikit miskomunikasi saja, tetapi sebenar Pemda setempat sudah menyiapkan," kata Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Kadir Karding kepada Jurnalparlemen.com, Selasa (26/7).
Menurutnya, Komisi VIII telah mendorong agar proses distribusi dan pengelolaan bantuan bencana letusan Gunung Lokon supaya transparan. "Bantuan terfokus di Pemda, agar tidak menjadi fitnah, buatlah manajemen yang baik pastikan semua tertangani," ujar Ketua Tim Kunker Sulut ini.
Begitu juga pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi, lanjut Karding, perekonomian warga sekitar harus menjadi perhatian bagi aparatur daerah setempat."Proses recovery harus diperhatikan mereka umumnya pengusaha batu, akibat bencana itu harus tinggal dipengungsian," ujarnya.
Dia menyatakan, untuk Provinsi Sulawesi Utara, termasuk daerah Tomohon sendiri umumnya sudah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Pada hari Senin (25/7) kegiatan tim Kunker Komisi VIII DPR RI ke Sulut menggelar pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Utara beserta jajaran Muspida, Ketua DPRD, Kakanwil Agama, Kepala Dinsos, Kepala Biro PP dan PA.
"Kemarin kita pertemuan dengan Gubernur dan jajaran Pemerintah Daerah, diantaranya membicarakan UU tentang Penanganan Fakir Miskin, haji dan beberapa hal lain," pungkas anggota DPR RI dapil Jateng VI ini