Prosesi akad nikah hingga resepsi pernikahan politisi muda PDI-Perjuangan yang juga anggota DPRD Sumsel, HM Giri Ramanda Nazaputra Kiemas SE MM (Giri) dan Ayu Nur Suri SE MM (Ayu) dilakukan sangat sederhana. Konsep pernikahan minimalis dan memanfaatkan pekarangan rumah, namun tetap menunjukkan kesan elegan. Seperti apa?
ARUS lalu lintas di Jl Swadaya, Pakjo Ujung, Kelurahan Srijaya, Alang-Alang Lebar (AAL), sejak pagi kemarin (9/5), macet total. Kemacetan kendaraan roda dua dan empat tersebut tidak seperti biasanya. Namun, tetap dapat dikendalikan dengan adanya puluhan petugas Dinas Perhubungan Kota Palembang yang berjaga di depan dan di simpang empat sebelum menuju Jl Swadaya.
Kemacetan diakibatkan banyaknya orang "penting" yang datang ke acara pernikahan Giri, anak dari Nazaruddin Kiemas - dr Hj Lyna Soerti Dewi SpS (K) MEpid dan Ayu, buah hari HM Asnawai HD SH - dr Hj Nurlaila Atika MM serta beberapa kerabat dari kedua mempelai. Semua prosesi pernikahan digelar di rumah mempelai perempuan.
Sebelum masuk ke tenda dimana tempat berlangsung resepsi, banyak mobil dinas yang diparkir. Puluhan aparat kepolisian berjaga di tempat tersebut untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kendaraan milik Taufiq Kiemas, Ketua MPR RI (RI 2), kendaraan milik Megawati (B 10 LAH), Gubernur Sumsel (BG 1), Ketua DPRD Sumsel (BG 2 PS) dan pejabat penting lain di lingkungan Pemprov Sumsel.
Di depan tenda, penerima tamu dengan ramah menyambut setiap yang datang. Tampak Puan Maharani, anggota DPR RI yang juga putri Taufiq-Megawati, dan politisi PDI Perjuangan baik dari pusat maupun daerah serta keluarga besar kedua mempelai.
Masuk ke dalam lagi, kesan yang dimunculkan dengan penataan dekorasi mulai dari tenda, panggung hingga pernak-pernik berciri khas Sumsel serba simple. Di bagian depan rumah sekaligus merupakan jalan umum, berdiri tenda jenis Ampik yang didatangkan langsung dari Bandung. Panjang bentang hingga 8 meter, tanpa tiang tengah dengan ketinggian 7 meter.
"Dominasi warna merah maron dipadu warna kuning keemasan dengan memanfaatkan pekarangan yang sempit, namun dibuat menyerupai resepsi di gedung memang keinginan Ayu dan Giri," beber Mufid Menotti SKom, manajer Multi Production selaku event contractor perhelatan resepsi pernikahan Ayu-Giri kepada Sumatera Ekspres di sela-sela acara resepsi kemarin.
Katanya, waktu pengerjaan dekorasi panggung dan pemasangan tenda beserta aksesorisnya butuh waktu dua hari. Jumlah pekerja sebanyak enam orang, semuanya dari Bandung. "Mengenai biaya, hal ini cukup rahasia antara saya dan klien saya," ujar Mufid dengan hati-hati.
Prosesi akad nikah, dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Saat masuk pada tahapan inti yakni pembacaan shigat ta'liq oleh Giri, pengucapannya lancar. "Saya terima nikah dan kawinnya Ayu Nur Suri SE MM binti HM Asnawi HD SH, MSi dengan mas kawin seperangkat alat salat dibayar tunai," ucap Giri dengan lugas yang langsung disahkan oleh saksi dan kerabat yang hadir.
Setelah itu, sesuai adat yang berlaku kedua pasangan inipun dipertemukan dengan diikuti penyerahan buku nikah langsung oleh Taufik Kiemas kepada Giri. Saat itu, Taufik yang juga saksi nikah mempelai laki-laki berpesan kepada keponakannya itu. "Giri, jaga baik-baik istrimu. Ingat pernikahan itu satu kali," pinta Taufik yang langsung disambut ciuman hangat Giri pada mamanda tercintanya itu.
Saat melakukan sujud atau sungkem kepada kedua orang tua, suasana harupun terlihat. Dimulai dari orang tua Ayu. Terakhit, kepada orang tua Giri. Setelah itu, berlangsung resepsi adat Palembang dan Sekayu yang dimulai dengan arak-arakan mempelai pria diiringi tetabuhan rebana. Lalu acara adat Serambah atau saling balas pantun adat Sekayu.
Di bagian ini, dari mempelai pria diwakilkan kepada Ny Ria Priyo Brojonegoro. Sementara mempelai wanita diwakili oleh Ny Hj Msy Etty Zainal. Dari pihak mempelai pria membawa sebanyak 97 dulang berisi berbagai macam bahan perlengkapan yang dibutuhkan mempelai wanita.