Kasus kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta terus terjadi. Disiplin pengguna jalan dan pengemudi bus Trans diduga sama-sama rendah. Busway pun kini jadi jalur maut.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Ahmad Husain Alaydrus menilai, banyaknya kasus kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta karena pengemudi yang tak disiplin. Menurutnya, pengemudi bus transjakarta masih banyak yang tidak mengindahkan Standard Operating Procedure (SOP) berkendara.
Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, kata Alaydrus, seharusnya memperketat lagi perekrutan sopir busway.
“Yang penting lagi, psikologinya harus sehat,” tegasnya kepada Rakyat Merdeka.
Persoalan ini juga, lanjutnya, karena kurangnya pengawasan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terhadap para sopir bus Transjakarta. Padahal, tak sedikit dari para sopir ini yang dinilai mengabaikan keselamatan ketika mengemudi alias ugal-ugalan.
Hal senada dikatakan pengamat transportasi Dharmaningtyas. Dia menganggap buruknya sistem perekrutan pengemudi Transjakarta menjadi faktor tingginya angka kecelakaan bus.
“Harusnya perekrutan dibuat transparan dan diumumkan ke publik. Kemudian, pengujian harus melalui tahapan yang benar,” ungkap Dharmaningtyas.
Namun, dia tak mau sepenuhnya menyalahkan pramudi setiap ada kasus kecelakaan. Menurutnya, warga juga harus waspada dan menaati peraturan yang ada.
“Jalur busway itu adalah jalur khusus. Selain bus Transjakarta tidak boleh lewat,” katanya.
Dia juga mengimbau Polisi agar menegakkan hukum dalam kasus ini, yakni dengan sterilisasi jalan, hingga tidak ada kendaraan lain selain bus Transjakarta yang melintasi jalur busway atau orang yang menyeberang sembarangan.
“Masyarakat juga harus diedukasi mengenai disiplin menjalankan peraturan sehingga kecelakaan lalulintas dapat terhindari,” saran Dharmaningtyas.
Seperti diberitakan, kecelakaan maut kembali terjadi di jalur bus way. Kali ini dua penumpang sepeda motor, yakni Alip Sumpeno (45) dan Sugimo (48), tewas terlindas bus Transjakarta di jalur busway, tepatnya di Jalan Mayjen Soetoyo, Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (20/5).
Sebelumnya, seorang pengendara motor juga mengalami kecelakaan di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Kamis (17/5), sekitar pukul 08.00 WIB. Salah seorang saksi menuturkan, korban tewas akibat ditabrak bus Transjakarta.
“Meninggal ditabrak bus Trans. Busnya langsung kabur,” katanya.