Wakil Sekjen Partai Golkar Tantowi Yahya menilai pernyataan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono soal kader partai lain lebih banyak tersangkut kasus korupsi mengganggu ketenangan Sekretariat Gabungan Partai Koalisi. Menurut Tantowi, SBY menyulut emosi yang tidak perlu.
"Saya tidak mengerti kenapa teman-teman di Partai Demokrat itu ketika diminta pendapatnya tentang kekisruhan yang ada di internal mereka selalu menyinggung dan menarik-narik partai lain," kata Tantowi heran di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/6).
Menurut Tantowi, masyarakat sendiri sudah tahu ke mana arah pernyataan itu. Yang mengherankan, pernyataan SBY semalam bertolak belakang dengan politik santunnya. "Itu di antaranya dengan tidak menyeret-nyeret partai lain dalam problem yang mereka hadapi," ujar Tantowi.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menganggap SBY tengah keselip lidah. "Ada yang tidak lazim dari pidato SBY. Biasanya beliau kalau pidato terukur, bijak dan soft dan tidak pernah meledek kekuatan politik lain," kata Priyo.
Priyo kaget dengan pernyataan SBY. Ia berpikiran positif bahwa SBY tengah mendapat beban yang berat karena kasus yang menimpa kadernya. Presiden RI itu tengah melakukan pembelaan dengan menyebut parpol lainnya.
"Tapi saya kira bapak presiden bisa kembali memayungi semua pihak. Jangan karena benan berat yang menimpa partainya itu disebarkan, ditanggung rentengkan kepada lainnya," kata Priyo.