Marak Tawuran Pelajar, DPR: Nyawa Kok Buat Main-Main

sumber berita , 28-09-2012

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie merasa prihatin dengan maraknya aksi tawuran antarpelajar. Menurutnya, potensi tawuran tersebut sebenarnya bisa diminimalisir dengan memberikan kurikulum pendidikan yang tepat.

"Nyawa kok buat main-main. Sistem apapun tidak akan ngaruh kalau kurikulumnya tidak memberi kecerdasan yang lengkap," kata Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (28/9/2012).

Marzuki menyarankan, di dalam kurikulum pendidikan tersebut hendaknya juga dicantumkan perihal muatan sosial bagi seluruh pelajar. Hal ini dirasa akan mampu berdampak positif bagi perkembangan pelajar.

"Kurikulum tidak memberikan pendidikan yang lengkap, hanya intelektual, spiritual dan sosial tidak diberikan," tutur Marzuki.
Seperti yang diketahui dari data yang dihimpun Polda Metro Jaya, dari sebelas kasus tawuran yang terjadi, lima orang pelajar menjadi korban.

Berikut data tawuran yang terjadi di tahun ini:

1. Tawuran di Jalan Matraman Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tanggal 19 April 2012. Korban Guntur (17) dan Harzan Saparta (17).

2. Tawuran di Jalan Ampera RT 03/05 Bekasi Timur, Kota Bekasi, tanggal 3 Mei 2012. Korban Bayu Dwi Kurniawan (16) meninggal dunia, Rahman Aldi (17) dan Muhaji Adenan (16).

3. Keributan antar mahasiswa di Jalan Diponegoro depan kampus UPI YAI dan kampus UKI, Jakarta Pusat tanggal 5 Mei 2012. Ada mahasiswa UKI yang mengendarai sepeda motor melawan arus kemudian diteriaki saat di depan kampus YAI, karena tidak terima mahasiswa UKI masuk ke dalam kampus YAI.

4. Keributan antar mahasiswa di Kampus UKI dan YAI Jalan Diponegoro Senen, Jakarta Pusat tanggal 8 Mei 2012. Keributan terjadi antara kedua belah pihak dengan saling melempar batu dan bom molotov.

5. Tawuran mahasiswa di Jalan Diponegoro, Senen, Jakarta Pusat tanggal 9 Mei 2012. Korban dua orang. Massa dari mahasiswa UKI sekitar 50 orang dan YAI sekitar 300 orang.

6. Tawuran antar pelajar di Bundaran Bulungan, Kramat pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tanggal 29 Mei 2012. Korban lima pelajar SMAN 6 dan dua pelajar SMAN 70 dan anggota Patko Polres Jakarta Selatan.

7. Tawuran di Jalan Kramat Raya Senen, Jakarta Pusat tanggal 26 Juli 2012. Korban Roni (28). Korban berada di antara keributan antara pelajar SMA Budi Utomo dengan Santa Yoseph, saling ejek dan salah satu pelajar melempar air keras sehingga mengenai kaki korban di sebelah kanan.

8. Tawuran di Stasiun Panjang Buaran Duren Sawit, tanggal 29 Agustus 2012. Korban Jasuli (16) meninggal dunia. Korban sedang tawuran dengan pelajar lain. Tiba-tiba datang kereta api dari Jakarta arah Bekasi. Korban terseret kereta api dan mengalami luka di kepala.

9. Tawuran di Jalan Raya Sawangan perempatan Masjid Mampang Pancoran Mas Depok tanggal 12 September 2012. Korban Didik Triyuda (17) pelajar kelas 3 SMK Baskara meninggal dunia.

10. Tawuran di Jalan Mahakam (Bundaran Bulungan) Blok M Plaza Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tanggal 24 September 2012. Korban Alawi Yusianto Putra siswa SMAN 6 meninggal dunia, Ramdan Dimas siswa SMAN 6, dan Diaz Fahlevi siswa SMAN 6.

11. Tawuran di Jalan Paguyuban, Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan tangga 26 September 2012. Korban Deni Yanuar (17) meninggal dunia.

Diposting 28-09-2012.

Dia dalam berita ini...

Marzuki Alie

Anggota DPR-RI 2009-2014 DKI Jakarta III
Partai: Demokrat