Ketika terjadi tawuran antara siswa SMA 6 dan SMA 70 di Jakarta Selatan, Menteri Pendidikan M Nuh sempat mengatakan cukuplah itu yang terakhir kali. Namun beberapa pekan kemudian terjadi tawuran mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Kalau begini berarti tawuran di Jaksel itu bukan yang terakhir lagi. Lalu di mana moral siswa? Di mana moral mahasiswa?" kata Ketua Fraksi PPP DPR RI Hasrul Azwar dalam sambutan diskusi bertajuk 'Melacak Akar Tawuran Antarsiswa di Sekolah: Upaya Mencari Formula Kurikulum yang Ideal' di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (16/10).
Siapa yang salah dengan tawuran siswa dan mahasiswa? "Apakah guru yang salah? Dosen yang salah? Metode yang salah atau kurikulum yang salah?" kata Hasrul.
Kata Hasrul, sungguh ironis tawuran terjadi di tengah anggaran pendidikan yang terus meningkat. Lalu dimana fungsi anggaran. "Untuk tahun 2013 Kemendikbud anggarannya mencapai Rp 315 triliun," ujarnya.
Hasrul berharap diskusi yang melibatkan narasumber mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra, Dirjen Dikdas Kemdikbud Suyanto, pemerhati anak Seto Mulyadi (Kak Seto), dan anggota Komisi X Reni Marlinawati, dapat memberikan sumbangan untuk dunia pendidikan.
"Kita cari akarnya. Kita cari penyebabnya. PPP peduli dengan pendidikan. Hasil diskusi ini kita sumbangkan untuk stakeholders pendidikan nasional," ujar Hasrul.