Infrastruktur baik jalan maupun jembatan di Wilayah Cianjur Selatan dinilai sudah mengkhawatirkan. Sedikitnya 80 persen kondisi jalan dan jembatan di Cianjur Selatan sudah rusak parah dan tidak layak digunakan.
Demikian diungkapkan Wakil DPRD Cianjur, Saep Lukman saat dikonfirmas "PRLM", Minggu (28/10/12). "Berdasarkan catatan laporan dan cek lapangan, hampir 80% infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Cianjur selatan kondisinya rusak berat. Kami menilai, jajaran Pemkab Cianjur terkesan miskin kepedulian terhadap masalah infrastruktur jalan dan jembatan, terutama di wilayah selatan," katanya.
Oleh karena itu, kata Saep, dewan mendesak agar Pemkab Cianjur bisa mengalokasikan dana bencana alam tahun 2012 untuk memperbaiki jembatan roboh maupun jalan rusak yang sering dikeluhkan warga.
"Misalnya saja yang paling mendesak adalah perbaikan dan pembangunan jembatan yang baru saja roboh di Kecamatan Sindangbarang yang menghubungkan dua kampung yaitu Kampung Ciakar dan Cikarut. Selama ini, kami melihat dinas terkait (Dinas Bina Marga), tak punya skala prioritas dalam merencanakan program kerja," tuturnya.
Lebih lanjut Saep menuturkan, APBD 2013 nanti bisa lebih menonjolkan keberpihakan rakyat. Termasuk keberpihakan prioritas terhadap infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Cianjur selatan. "Saya sangat kecewa dengan sikap dan kebijakan anggaran Pemkab Cianjur yang lebih mementingkan persoalan tidak perlu dan tidak menyentuh kebutuhan riil rakyat. Saatnya APBD 2013 lebih menonjolkan keberpihakan kepada rakyat. Sejumlah jalan dan jembatan roboh di sejumlah wilayah Cianjur sudah sepatutnya mendapat prioritas," ujarnya.
Sementara itu, hingga kini warga Warga Kampung Ciakar dan Cikarut di Desa Girimukti Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur terancam terisolasi, menyusul ambruknya jembatan Cibegang yang merupakan akses penghubung dua kampung tersebut ambruk beberapa waktu lalu. Ambruknya jembatan gantung sepanjang 90 meter itu diduga akibat terjangan banjir bandang setelah hujan deras mengguyur wilayah Sindangbarang.
Ketua RW setempat, Mukhsin (43) mmengatakan jembatan berbahan bambu yang memang sudah lapuk itu akhirnya ambruk terseret aliran sungai. "Untungnya saat rubuh tidak ada yang melintas. Saat hujan deras bangunan jembatan tiba-tiba ambruk dan sebagiannya terseret air sungai yang masih besar. Beberapa jembatan lain juga kondisinya sudah mengkhatirkan," katanya.
Selain memutus akses jalan warga di dua perkampungan tersebut, kata Mukhsin, ambruknya jembatan tersebut juga menghambat akses masyarakat di dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Sindangbarang dan Kecamatan Cibinong.
"Selama ini, jembatan Cibegang dijadikan jalan alternatif warga Desa Cikangkareng di Kecamatan Cibinong. Dengan ambruknya jembatan, warga di sana harus memutar jauh untuk menuju ke Desa Girimukti," ucapnya.
Tidak hanya itu, warga Desa Sukanda, Kecamatan Cempaka juga mengeluhkan kondisi halan yang rusak. Mereka kesal dan merasa terganggu, akibat banyaknya jalan yang rusak berkerikil dan berlubang.
Beberapa titik jalan yang rusak di antaranya, mulai Kampung Ciparay sampai Kampung Cikondang. Paling parah dan rusak berlubang banyak kerikil di Kampung Cibayondah.