Sejumlah Sungai di Aceh Selatan Butuh Normalisasi

sumber berita , 06-11-2012

Banjir luapan yang saban tahun terjadi di sejumlah kecamatan dalam kabupaten Aceh Selatan dinilai sudah menjadi ancaman seirus bagi warga yang berdomisi di kawasan rawan banjir tersebut. Untuk itu kalangan anggota DPRK Aceh Selatan dan tokoh masyarakat setempat berharap supaya persoalan itu segera ditangani oleh pemerintah dengan cara melakukan normalisasi di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang mulai menyempit dan mendangkal.

Pantauan Serambi, hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Aceh Selatan dan sekitarnya, pada Sabtu (3/11) sekira pukul 13.00 WIB telah berdampak meluapnya sejumlah sungai di kawasan tersebut. Akibatnya sebagian ruas jalan nasional di Kecamatan Labuhan Haji Barat dan Labuhan Haji Tengah terkenang banjir luapan dengan ketinggian mencapai 40 Cm dari permukaan jalan.

Informasi yang diterima Serambi, banjir luapan yang menggenangi rumah–rumah penduduk di dua kecamatan itu pada Sabtu (3/11) diakibatkan oleh semakin sempit dan dangkalnya aliran Krueng Batee Meucanan atau biasa di sebut Krueng Peulokan. Selain itu, ukuran gorong-gorong kecil di lintas jalan nasional di Gampong Tutong, Kecamatan Labuhan Haji Barat juga dianggap menjadi pemicu meluapnya banjir luapan tersebut ke badan jalan lintasan Banda Aceh–Medan.

Keuchik Gampong Tutong, Sarkawi SAg kepada Serambi, Sabtu (3/11) sore melaporkan, banjir luapan akibat meluapnya Krueng Peulokan itu mengakibatkan badan jalan dan kompleks perumahan penduduk di empat Gampong dalam Kecamatan Labuhan Haji Barat digenangi banjir luapan setinggi 40 Cm. Tak hanya itu, Krueng Pelokan yang bermuara ke sejumlah gampong di Kecamatan Labuhan Haji Tengah itu juga menggenangi beberapa gampong.

Anggota DPRK Aceh Selatan dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Azmir SH, membenarkan adanya banjir luapan itu. Menurutnya banjir luapan yang saban tahun terjadi di wilayah itu perlu diantisipasi segera dengan cara melakukan normalisasi sejumlah sungai di kawasan tersebut.

Sebab menurutnya, jika kondisi itu terus dibiarkan berlarut-larut, maka banjir luapan tersebut tidak hanya mengancam insprastruktur milik pemerintah, namun barang elektronik termasuk lahan pertanian milik masyarakat juga ikut rusak. “Saya selaku Anggota DPRK daerah pemilihan setempat mendesak pemerintah untuk segera mencari solusi penanganan terhadap persoalan banjir luapan yang sudah saban tahun terjadi dan meresahkan masyarakat ini,” papar Azmir.

Selain itu, legislator PKPB ini juga meminta kepada camat setempat untuk menegur pemilik toko yang ada di sekitar jalan nasional Banda Aceh–Medan agar tidak terus melakukan pengembangan lokasi parkir yang berakibat menutupi saluran pembuang (drainase).

Pantauan Serambi, hingga Senin (5/11) cuaca mendung masih terus menyelimuti sebagian kawasan di Kabupaten Aceh Selatan. Jika hujan berlanjut dikhawatirkan banjir susulan bakal kembali terjadi di kawasan yang tergolong rawan banjir tersebut.

Diposting 08-11-2012.

Dia dalam berita ini...

Azmir

Anggota DPRD Kab. Aceh Selatan 2009-2014 Kab. Aceh Selatan 3
Partai: PKPB