DPR Pantau Lambannya Pembangunan Jembatan Juwana

sumber berita , 11-11-2012

Dianggap penting karena menjadi urat nadi lalu lintas di jalur pantai utara Jawa, Jembatan utama Juwana yang berada di kabupaten Pati didesak dipercepat pembangunannya.

Anggota Komisi V DPR (membidangi perhubungan) Marwan Jafar menyoroti lambannya pembangunan jembatan lama Juwana. Revitalisasi jembatan yang dibangun semasa penjajahan Belanda itu, untuk menunjang jalur alternatif lalu lintas pantura dari arah Surabaya (timur).

Marwan mengatakan, jembatan utama Juwana yang berada di jalur pantura Pati kondisinya semakin parah untuk menahan beban kendaraan sarat muatan. Sehingga pemerintah berencana menjadikan jembatan tersebut hanya dilalui kendaraan dari satu arah, yakni dari Semarang (barat).

"Jembatan ini sangat vital untuk menunjang kelancaran lalu lintas pantura. Selama ini menjadi salah satu poros utama jalur transportasi darat dan perekonomian dari Jakarta ke Surabaya. Jadi, jangan sampai pekerjaannya terlambat dari waktu yang dijadwalkan," kata Marwan dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Minggu(11/11/2012).

Lebih jauh Marwan menyesalkan pihak rekanan, PT Anugerah Karya Agra Sentosa (AKAS) Malang yang terkesan lamban dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. Sehingga sempat muncul gejolak dari masyarakat setempat, yang menuntut percepatan penyelesaian.

Dikatakan Marwan, masyarakat Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana, beberapa waktu lalu menggelar aksi unjuk rasa di sekitar jembatan karena merasa dirugikan. Debu yang muncul akibat jalan agregat di dekat proyek jembatan cukup mengganggu warga.

Selain itu, jembatan yang tidak kunjung selesai pekerjaannya juga menjadikan warga harus memutar arah relatif jauh dari biasanya jika hendak keluar desa. Sehingga penyelesaian proyek sesuai jadwal sangat diharapkan agar aktivitas warga tidak terganggu.

"Proyek seperti harus menjadi perhatian serius dari pihak terkait. Kalau sampai proyek tidak rampung maka anggaran akan kembali," kata ketua Fraksi PKB di DPR itu.

Selain itu, dia juga memberi perhatian terhadap penanganan banjir Sungai Juwana. Dia menilai Balai Besar Wilayah Sungai Juwana (BBWS) Pemali Juwana kurang serius dalam melakukannya sehingga perlu didorong kinerjanya.

"Kami sudah melaporkan ke Menteri Pekerjaan Umum tentang penanganan sungai dan peningkatan infrastruktur lainnya. Kebetulan dorongan untuk penanganan Sungai Juwana kami yang mengawali," ujarnya.

Diposting 12-11-2012.

Dia dalam berita ini...

Marwan Jafar

Anggota DPR-RI 2009-2014 Jawa Tengah III
Partai: PKB