Berita Anggota Parlemen

Kata Subagyo Partodiharjo Soal Pendidikan Seks

Pendidikan seks kepada para remaja dinilai parah dan terlambat diberikan. Demikian dikatakan anggota Komisi IX dari F-PD Subagyo Partodiharjo kepada Jurnalparlemen.com, Senin (29/11), ketika ditanya tentang hasil survei Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Dalam surveinya BKKBN menyebutkan bahwa 51 persen perempuan di Jabodetabek melakukan hubungan pranikah.

"Kalaupun ada pendidikan seks dilakukan oleh orang yang tidak kompeten, keliru, dan pengetahuan seks yang minim," ujar Subagyo Partodiharjo.

Selama ini, pendidikan seks yang diajarkan di sekolah-sekolah hanyalah alat reproduksi. "Itu bukan pendidikan seks. Kalau itu malah membuat remaja ingin coba-coba," lanjut Subagyo yang juga seorang dokter ini.

Seks yang dimaksud oleh Subagyo adalah perilaku dan sikap yang menghargai seks. Sehingga remaja menjadi santun dan menghargai seks. "Seks itu bukan porno," cetusnya.

Karena itu, sudah saatnya dirancang pendidikan seks yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan dari mulai sekolah dasar. "Pendidikan seks yang lengkap," jelasnya.

Sebagai contoh, kata Subagyo, bila anak menanyakan tentang kehamilan dan kelahiran, jangan dijawab bahwa anak keluar dari lubang kuping. "Jawab yang benar dan jujur," tandas anggota DPR Dapil Jawa Timur IV ini.end

Diposting 30-11-2010.