Rencana konvensi penjaringan capres Partai Demokrat masih maju-mundur. Sebelumnya penjaringan kontestan capres di partai besutan Presiden SBY ini akan digelar mulai Juli, tapi kini diundur menjadi September 2013.
Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga mengatakan, partainya terlebih dulu akan membentuk komite konvensi yang bertugas menyeleksi kelayakan para calon peserta. Anggota komite konvensi itu berasal dari luar struktur Demokrat, sehingga proses penjaringan dan seleksi calon peserta bisa lebih objektif.
“Komite konvensi akan dibentuk pada September yang akan datang. Anggotanya orang-orang di luar struktur Partai Demokrat yang sudah teruji. Ada pakar komunikasi, pengamat militer, dan pengamat politik,” kata Kasto saat dijumpai di Taman Ismail Marzuki Cikini, Jakarta, kemarin.
Dijelaskan Kasto, konvensi rencananya digelar pada April 2014, setelah hasil pemilu legislatif diumumkan. Proses seleksi awalnya akan digelar mulai September 2013. Para kontestan yang lolos akan disosialisasikan kepada masyarakat.
Proses sosialisasinya dibagi menjadi dua tahapan, yakni sosialisasi individu dan sosialisasi bersama yang difasilitasi komite. Di fase sosialisasi bersama itu, ada debat untuk melihat kapasitas antarcalon.
Demokrat membuka peluang bagi munculnya calon-calon alternatif. Berdasarkan amanat Presiden Yudhoyono, diungkapkan Kasto, ada empat kriteria capres yakni berasal dari generasi muda, cerdas, berintegritas, dan mempunyai wawasan global.
Sejumlah nama kandidat memang telah digadang-gadang akan ikut konvensi, di antaranya; Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Ketua DPD Irman Gusman, bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Ketua DPR Marzuki Alie, dan bekas Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso.
Siapakah nanti yang akan diberi tiket capres? Menurut Kasto, keputusan sepenuhnya didasarkan pada penilaian Komite Konvensi dan hasil survei yang akan dilakukan lembaga survei yang ditunjuk.
Dia mewanti-wanti kepada para tokoh yang akan ikut konvensi untuk menyatakan keseriusannya dari awal. Bukan, menjadikan konvensi sebagai alternatif paling akhir setelah tidak adanya pinangan dari parpol lainnya.
“Saat ini, baru Gita Wirjawan yang menyatakan keseriusan dan kesiapannya ikut konvensi,” tambah dia.
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Kuskrido Dodi Ambardi mengatakan, proses dan peraturan konvensi Partai Demokrat wajib terbuka, untuk memunculkan capres alternatif. Proses penilaian dan penentuan calon hasil konvensi pun harus obyektif, tidak diskriminatif.