Ketua DPR Marzuki Alie mengaku geram menyaksikan kerusuhan yang terjadi di lembaga pemasyarakatan (lapas) belakangan ini. Dia pun mempertanyakan kinerja Denny Indrayana selaku Wamenkumham.
Pasalnya, Denny kerap melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lapas, namun langkah tersebut menurut Marzuki, tidak dapat menekan kerusuhan yang terjadi di Lapas.
"Diteliti dulu, apakah SDM lapasnya, pengelola lapas, atau kalapasnya. Harus diteliti, khususnya Wamenkumham yang selama ini aktif sidak di lapas, ini hasilnya apa,"kata Marzuki Alie, Senin.
Seharusnya, lanjut Marzuki, Denny bisa menganalisis dan menginventarisasi masalah yang ada di lapas, sehingga dapat mengantisipasi terjadinya kerusuhan. "Ini harus jadi pelajaran, harus dianalisis. Kapasitas yang sudah terlampaui pasti tidak nyaman, walau bagaimanapun terpidana ini manusia juga, punya emosi, punya rasa," ujar politisi Partai Demokrat ini.
Sementara itu anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al-Habsy mengatakan, kerusuhan yang terjadi di Lapas Labuhan Ruku, Sumatera Utara, menguatkan asumsi bahwa tatakelola dan manajemen pemasyarakatan buruk.
Menurut dia, hal ini memerlukan perhatian yang serius, bukan sekadar kebijakan tambal sulam. "Persoalan lapas, tidak akan dapat diselesaikan dengan sidak (inspeksi mendadak) yang hanya bernuansa publisitas. Harus ada reformasi menyeluruh dalam kebijakan pemasyarakatan. Selain itu, perlu ada road map yang menjadi peta jalan pembangunan Lapas di Indonesia," ujarnya.
Ia berharap, permasalahan yang terjadi di lapas mendapat perhatian serius dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya, lapas merupakan wahana perbaikan diri, dan hal ini menyangkut nasib masa depan sumber daya manuia.
Karena itu,lanjutnya, sudah saatnya bagi Presiden SBY untuk bersikap tegas dalam melakukan evaluasi terhadap persoalan tersebut.
Wakil Ketua Komisi III DPR, Al Muzzammil Yusuf mengatakan, pihaknya akan memanggil Menkumham Amir Syamsuddin. Hal itu perlu dilakukan, untuk mengevaluasi menyeluruh terkait permasalahan lapas dengan menghadirkan pimpinan-pimpinan lapas se-Indonesia.
"Komisi III DPR akan rapat dengan Menkumham dalam waktu dekat ini. Kami melihat, kinerja Lapas perlu dievaluasi secara menyeluruh. Terlebih setelah sebelumnya kasus serupa terjadi di Lapas Tanjung Gusta," ujar Muzzammil.
Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menilai aksi para narapidana yang membakar Lapas Labuhan Ruku, Minggu (18/8) petang, menunjukkan lemahnya pengelolaan Lapas oleh Kementerian Hukum dan HAM. "Ekses lemahnya manajemen pengelolaan Lapas sudah melampaui batas toleransi," kata Bambang Soesatyo melalui surat elektroniknya, Senin.
Menurut dia, sejak kasus kerusuhan dan pembakaran di Lapas Tanjung Gusta, Medan, hanya sekitar lima minggu, kini terjadi lagi pembakaran di Lapas Pelabuhan Ruku, Kabupaten Bautabara, Sumatera Utara.
Dalam waktu lima minggu tersebut, lanjutnya, ada insiden pembobolan Lapas di Batam, Kepulauan Riau, serta ditemukan juga praktik pabrik narkoba di Lapas Cipinang, Jakarta.