Legislator PAN: Ajaran-Ajaran Islam Jadi Inspirasi Pergerakan Kemerdekaan Indonesia

Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Achmad Rubaei berpendapat, salah satu faktor pendorong terwujudnya kemerdekaan Indonesia adalah adanya inspirasi semangat dan ajaran-ajaran agama Islam yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

“Ajaran Islam yang sering menjadi motivasi itu bahwa ‘Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang berusaha mengubahnya’,” katanya saat menyampaikan sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bermegara (Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) di pendopo Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Demikian juga dengan kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda dan dideklarasikan tanggal 17 Agustus 1945, menurut dia, juga tidak lepas dari upaya yang dilakukan oleh rakyat di negeri ini melalui perjuangan yang mereka lakukan setelah terinspirasi nilai-nilai dari ajaran Islam.

“Atas inspirasi nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam itulah, maka umat Islam bersatupadu, bergerak bersama, berupaya bebas dari berbagai bentuk penjajahan,” katanya menjelaskan.

Pancasila sebagai landasan idelogis bangsa, kata pria kelahiran Sampang ini, juga menginginkan adanya persatuan dan kesatuan, menghormati perbedaan pendapat dan berkeyakinan, bahkan menjadikan perbedaan sebagai rahmat atau karunia Allah.

Kalaupun harus ada di antara kelompok masyarakat yang berbeda pendapat, maka usulan solusi yang ditawarkan adalah dengan musyawarah mufakat. Hal itu perlu didalami melalui Bhineka Tunggal Ika yang menyertai Undang Undang Dasar tahun 1945 dalam pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara dalam acara dialog sosialisasi empat pilar kebangsaan itu, sejumlah peserta menyatakan bahwa sebagian masyarakat belum sepenuhnya merdeka, karena belum menikmati kemerdekaan yang telah dicapai bangsa ini.

Buktinya, hingga kini masih banyak masyarakat yang belum merdeka secara ekonomi, pembangunan infrastruktur belum memadai, bahkan sebagian di antara rumah-rumah warga belum teraliri sambungan listrik.

Rubaei yang juga anggota Komisi VIII DPR RI itu mengakui bahwa kondisi infrastruktur di sebagian wilayah memang belum memadai dan perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Makanya sebagai wakil rakyat saya akan terus berjuang dan bersuara agar bisa mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan inilah pentingnya wakil rakyat untuk mewakili aspirasi masyarakat di DPR,” katanya menjelaskan.

Diposting 01-10-2013.

Dia dalam berita ini...

Ach Rubaie

Anggota DPR-RI 2009-2014 Jawa Timur XI
Partai: PAN