Halau Pencari Suaka, Australia Terkesan Lempar Tanggung Jawab ke Indonesia

Pertemuan Presiden SBY dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbot tidak memuaskan Komisi I DPR. Sebabnya, pembicaraan kedua kepala negara itu mengenai isu pencari suaka terkesan tidak jelas.

"Mestinya Presiden menegaskan bahwa pencari suaka dari Timur Tengah menuju Australia adalah murni urusan Australia. Kenapa mereka dihalau dan diarahkan ke Indonesia? Sementara para suaka itu hanya singgah di sini untuk mengisi bahan bakar dan logistik,” kata anggota Komisi I DPR Husnan Bey Fananie di Senayan, Selasa (1/10).

Sikap itu memunculkan kesan Australia sengaja melempar masalah tersebut ke Indonesia. Apalagi Australia pun berencana menempatkan lebih banyak intelijennya di Indonesia guna mendeteksi masuknya para pencari suaka.

Husnan mengusulkan kepada pimpinan komisinya untuk menggelar rapat kerja dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa untuk membahas masalah ini. "Sehingga sejak awal kita bisa atasi persoalan ini. Sebelum pihak Austrilia lebih lanjut masuk dalam persoalan ini di Indonedia dan melakukan intervensi," ujarnya.

Senin (30/9), Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat untuk kembali membicarakan penyelesaian masalah penyelundupan manusia yang merugikan kedua negara. Kedua negara sepakat akan bekerja sama lebih efektif.

Presiden SBY mengatakan, para pencari suaka ke Australia masuk melalui Indonesia. Hal itu menjadi beban bagi Indonesia maupun Australia. Menteri terkait dari kedua negara perlu membahas solusinya lebih detail.

"Kami menantikan kerja sama dengan Indonesia dalam isu ini di masa depan. Detailnya akan dibicarakan Menkopolhukam (Djoko Suyanto) dan petugas pengamanan perbatasan Australia," sahut Perdana Menteri Tony Abbot.

Diposting 02-10-2013.

Dia dalam berita ini...

Husnan Bey Fananie

Anggota DPR-RI 2009-2014 Jawa Barat III
Partai: PPP