DPR: KPU ke Luar Negeri Tidak Ada Urgensinya

Wakil Ketua Komisi Pemerintahan DPR, Arif Wibowo, mengatakan, kunjungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke luar negeri untuk melakukan sosialisasi tidak ada urgensinya.

"Bukannya tidak penting, kami juga mau satu orang satu suara, tapi itu tidak ada urgensinya," kata Arif di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 12 November 2013.

Sebab, dia menjelaskan, masih banyak persoalan di dalam negeri yang belum diselesaikan. Misalnya, masalah daftar pemilih tetap (DPT) di seluruh Indonesia masih bermasalah.

"10,4 juta (DPT bermasalah) itu yang harus diselesaikan. Karena pengaruhnya ke seluruh Indonesia," kata dia.

Sementara itu, untuk warga Indonesia yang berada di luar negeri, pengaruhnya hanya di daerah pemilihan DKI Jakarta II. Sebab, secara otomatis, mereka yang berada di luar negeri dimasukkan ke kotak suara DKI Jakarta II.

Sebelumnya diberitakan, untuk mengintensifkan sosialisasi Pemilu 2014, KPU akan mengunjungi sejumlah negara. Selain itu, setelah penyusunan daftar pemilih tetap rampung, KPU merasa perlu menginformasikan tahapan-tahapan pelaksanaan pemilu selanjutnya kepada PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri) secara langsung.

Terlebih, masa tugas PPLN tahun ini berakhir pada November, selanjutnya panitia baru akan diangkat lagi bulan depan.

“Ketua KPU kemarin ke Sydney, sudah pulang langsung ke Padang. Di luar negeri itu ada 130 lebih perwakilan. Kami berkunjung ke 10 titik --Sydney, Los Angeles, Meksiko, Madrid, Moskow, Rabat (Maroko), Bangkok, Tokyo, Kenya,” kata anggota KPU, Hadar Nafis Gumay.

Diposting 13-11-2013.

Dia dalam berita ini...

Arif Wibowo

Anggota DPR-RI 2009-2014 Jawa Timur IV
Partai: PDIP