Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana nampak sangat kesal dengan sosok pria ini. Dialah, Makmun Murod Al-Barbasy, pria yang dianggap memfitnah Denny dengan menyebutnya bertemu Presiden SBY bersama Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Cikeas terkait kasus Hambalang.
Denny Indrayana melaporkan Makmun atas fitnah itu ke polisi, Kamis (9/1), setelah memberinya batas waktu hingga Rabu (8/1) malam agar meminta maaf secara tulus. Merasa kesal dipojokkan oleh Makmun, Partai Demokrat melalui wakil ketua umumnya, Nurhayati Ali Assegaf meminta Makmun tak memicu permusuhan.
Dituding sebagai penebar fitnah, Makmun cuma tersenyum. Ia menegaskan siap meladeni tuntutan hukum Denny maupun Partai Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono. "Saya siap banget," katanya, Kamis (9/1).
Perseteruan Makmun dengan Denny Indrayana nampak sebagai babak baru merenggangnya hubungan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Anas Urbaningrum semenjak Kongres Demokrat di Bandung, Jawa Barat, 2010 silam.
Makmun sering disebut sebagai loyanis Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang kini jadi tersangka kasus Hambalang. Ketika Anas terlempar dari pusat kepengurusan Demokrat, Makmun terkena imbas. Meskipun tak pernah dinyatakan dipecat oleh Demokrat, ia merasa disingkirkan karena tak lagi dilibatkan dalam berbagai kegiatan partai. Terlebih namanya dicoret dari daftar caleg Partai Demokrat untuk Pemilu 2014.
Bukan saja karir politik, pekerjaannya pun tergusur. Ia tak lagi dipakai sebagai tenaga ahli salah satu anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Demokrat, Rosyid Hidayat. Menurut Makmun, pemberhentian dirinya sebagai tenaga ahli DPR itu terjadi atas desakan kalangan DPP Demokrat yang ingin menyingkirkan para loyalis Anas.
"Ya, saya sudah tidak jadi tenaga ahli lagi," katanya kepada JurnalParlemen dengan suara datar.
Padahal ketika Partai Demokrat masih berjaya saat Anas Urbaningrum dan SBY akur, ia sering kali dipercaya menyampaikan ceramah agama di acara-acara partai. Saat acara buka puasa bersama Fraksi Partai Demokrat pada 2010 silam, misalnya, Makmun didaulat sebagai penceramah rohani. Di beberapa acara televisi pun ia kerap tampil membawakan diskusi agama. Saat itu, alumni Pesantren Tambakberas Jombang dan Madrasah Al Quran Bahrul Ulum Jombang ini merupakan Sekretaris Departemen Agama DPP Demokrat.
Setelah tak lagi di Demokrat, Makmun makin dekat dengan Anas. Ia menjadi Juru Bicara PPI (Perhimpunan Pergerakan Indonesia), organisasi yang dibikin Anas. Kerap menggelar diskusi politik, pria kelahiran Brebes, 13 Juni 1973 ini mengisi waktu luangnya dengan menulis artikel dan buku.
Ia juga aktif di Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Aktivitas ini merupakan kelanjutan dari kegiatannya semenjak mahasiswa, turut mengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dari tingkat komisariat hingga Dewan Pimpinan Pusat. Makmun menempuh pendidikan magister politik di Universitas Airlangga Surabaya selepas lulus dari FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (1996).