Penutupan Bandara Madinah Akan Pengaruhi BPIH 2011

sumber berita , 19-01-2011

Apabila Bandara Amir Muhammad bin Aziz, Madinah, benar-benar ditutup, akan berdampak pada penambahan waktu tinggal di Arab Saudi yang juga mempengaruhi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2011.

"Konsekuensinya bisa sampai 35-36 hari dan ini pasti ada tambahan biayanya, karena itu mau tidak mau tidak ada lagi pertukaran antara jamaah haji yang masuk dari Jeddah pulang lewat Madinah, dan yang datang dari Madinah pulang lewat Jeddah. Ini pasti biaya mahal, kalau ini terjadi kita harus benar-benar mempersiapkan BPIH ke depan," kata anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Oheo Sinapoy kepada Jurnalparlemen.com di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/1).

Selain untuk menyiasati agar jamaah haji tidak harus membayar mahal, politisi Partai Golkar ini pun mengusulkan agar pelaksanaan haji untuk jamaah haji reguler ini bisa lebih dipadatkan sehingga meniru yang biasanya diterapkan oleh haji khusus.

"Kita harus menyiasati dengan mengikuti pola ONH Plus, tidak lagi banyak buang waktu di Madinah ziarah-ziarah untuk mengurangi beban biaya jamaah haji itu dan kelelahan jamaah haji. Kita harus melakukan rasionalisasi biaya, bukan harus nambah ya tetapi menyisir mana biaya yang tidak perlu," ujarnya.

Akibat kebijakan dalam rangka renovasi dan perbaikan Bandara Madinah ini, Oheo mengkhawatirkan, penerbangan haji akan mengalami kekacauan yang sangat parah. "Bahaya ini, akan terjadi delay yang panjang, terjadi kekacauan, ini kan semua negara ini 6 juta orang, 200 ribu jamaah saja sulit," katanya.

Mengenai bandara alternatif, anggota DPR Dapil Sulawesi Tenggara ini mengakui sebenarnya ada bandara alternatif di Thoif yang berada di antara Mekkah dan Madinah, tetapi belum dapat dipastikan apakah bisa atau tidak didarati oleh pesawat berbadan lebar.

Diposting 19-01-2011.

Dia dalam berita ini...

Muhammad Oheo Sinapoy

Anggota DPR-RI 2009-2014 Sulawesi Tenggara
Partai: Golkar